Kamis, 01 Desember 2016

Tren sistem TI dan Tren Sistem Bisnis di masa depan

§  TREN SISTEM TI MASA DEPAN
1. EKONOMI API (Aplikasi Penghubung Pemrograman)
               API (Application Programming Interface) adalah sekumpulan perintah, fungsi, dan protokol yang dapat digunakan oleh programmer saat membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu. API memungkinkan programmer untuk menggunakan fungsi standar untuk berinteraksi dengan sistem operasi lain.
                Dalam contoh sederhana, dibutuhkan setidaknya ribuan system calls per detik. Oleh karena itu Kebanyakan programmer membuat aplikasi dengan menggunakan Application Programming Interface(API). Dalam API itu terdapat fungsi-fungsi/perintah-perintah untuk menggantikan bahasa yang digunakan dalam system calls dengan bahasa yang lebih terstruktur dan mudah dimengerti oleh programmer. Fungsi yang dibuat dengan menggunakan API tersebut kemudian akan memanggil system calls sesuai dengan sistem operasinya. Tidak tertutup kemungkinan nama dari system calls sama dengan nama di API.
                 API adalah sebuah bahasa dan format pesan yang digunakan oleh program aplikasi untuk berkomunikasi dengan system operasi atau program pengendalian lainnnya seperti system manajemen database (DBMS) atau komunikasi protocol. API diimplementasikan dengan menulis fungsi panggilan atau sintaks dalam program, yang menyediakan sarana yang diperlukan untuk meminta layanan program. Pada dasarnya, program API mendefinisikan cara yang tepat bagi developer untuk meminta layanan dari program itu.


         - Keuntungan memprogram dengan menggunakan API adalah : 
      
            - Portabilitas, Programmer yang menggunakan API dapat menjalankan 
              programnya dalam sistem operasi mana saja asalkan sudah ter- install 
              API tersebut. Sedangkan system call berbeda antar sistem operasi, 
              dengan catatan dalam implementasinya mungkin saja berbeda.


            - Lebih Mudah Dimengerti, API menggunakan bahasa yang lebih 
               terstruktur dan mudah dimengerti daripada bahasa system call. 
               Hal ini sangat penting dalam hal editing dan pengembangan.
               Didalam Ekonomi API kita juga mengenal System Call Interface.

2. PEMASARAN DIMENSI
               Pemasaran adalah salah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan,mengkomunikasikan dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemlik sahamnya.
     - Konsep - Konsep Pemasaran
        - Konsep Produksi, adalah konsep ini menegaskan bahwa konsumen akan 
           memilih produksi yang tersedia dimana-mana dan murah.
        - Konsep Produk adalah menyatakan bahwa konsumen akan lebih menyukai 
           produk yang menawarkan fitur-fitur paling bermutu,berprestasi,atau inovatif
        - Konsep Penjualan adalah menyatakan bahwa konsumen dan bisnis ,jika di tinggalkan 
          sendiri biasanya tidak akan membeli cukup banyak produk-produk organisasi

      - Dimensi Pemasaran Holistik
         Pemasaran Relasi, Pemasaran Terpadu, Pemasaran Inteernal, 
         Pemasaran Yang Bertanggung Jawab Sosial.

3. ROBOT MANUSIA
        Konsep Artificial Intelligence sebenarnya sudah jauh dipikirkan, bahkan sejak zaman Yunani Kuno. Talos dari Crete, robot perunggu dari Hephaestus, dan Galatea dari Pygmalion menjadi beberapa contoh ide “mesin yang hidup” yang dicetuskan di era tersebut. Walau begitu, konsep dari Artificial Intelligence ini baru sekitar setengah abad lalu berubah dari hanya sebuah mitos menjadi sebuah realitas yang faktual.

             Adalah Alan Turing, seorang ahli matematika sekaligus pemecah kode di Perang Dunia ke-2 dari Inggris yang menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam pencetusan ide tentang teknologi “kecerdasan buatan” ini pada tahun 1950.

             Melalui ide-idenya saat itu, istilah artificial intelligence cukup populer pada pertengahan tahun ’50-an. Bahkan hingga Turing meninggal pada tahun 1954, istilah tersebut masih menjadi perbincangan hangat di kalangan peneliti saat itu.

              Seorang ilmuwan kognitif Amerika bernama Marvin Minsky akhirnya memutuskan untuk meneruskan tongkat estafet AI dengan membangun sebuah laboratorium khusus AI di Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1959 dan menjadi salah satu konseptor utama di bidang AI pada periode 1960 hingga 1970-an.
              Akan tetapi membutuhkan hingga beberapa dekade untuk masyarakat dapat mengenal potensi sebenarnya dari AI. Beberapa figur teknologi terkenal seperti Elon Musk dan Stephen Hawking masih terus memperbincangkan perkembangan artificial intelligence hingga hari ini.

               Ketika berbicara tentang dampak positifnya terhadap umat manusia, AI adalah salah satu contoh teknologi yang dapat mengubah sejarah manusia secara keseluruhan, terutama ketika berbicara tentang otomatisasi dan pengolahan data yang masif.

4. PEKERJA TEKNOLOGI INFORMASI BAGI MASA DEPAN

                Profesional teknologi informasi bekerja di bidang yang secara inheren rentan terhadap perubahan. Sementara konsep dasar seperti pengembangan perangkat lunak, administrasi jaringan atau sistem operasi dan persyaratan keamanan berjalan di tempat selama beberapa dekade, evolusi infrastruktur merupakan faktor yang telah berkembang lebih umum dalam beberapa tahun terakhir.

                Evolusi ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kerja teknologi informasi dan pilihan karir yang tersedia di dalamnya. Banyak jenis pekerjaan sekarang dapat dilakukan dari jarak jauh (atau luar negeri, memprovokasi persaingan lebih global), sistem fisik digantikan oleh edisi virtual dan seluruh pusat data bergerak naik ke awan, membahayakan peran tradisional tertentu, sementara juga meletakkan dasar untuk peluang baru.

                Ada yang mengatakan selama bertahun-tahun sekarang bahwa pekerja TI akan mendapat manfaat dari pengetahuan bisnis yang lebih kuat agar tetap kompetitif. Faktor ini tidak diragukan lagi penting sebagai garis kerja yang kabur - administrator sistem diparkir di ruang server, memperbaiki masalah saat menghindari kontak manusia digantikan oleh teknologi dan komunikasi, ahli berpengalaman dalam pelatihan dan manajemen proyek, menawarkan tatap muka solusi diarahkan memenuhi kebutuhan perusahaan daripada membangun mereka.

               Namun, penting untuk diingat bahwa sementara keterampilan bisnis berguna untuk membangun relevansi dan membuktikan nilai seseorang, berfokus pada teknologi yang tepat merupakan bagian yang lebih besar dari gambar - itu merupakan dasar dari perdagangan.

              Keterampilan bisnis hanya berguna ketika mereka menganut teknologi bermakna untuk memanfaatkan atas mereka. Mengetahui tren akan lepas landas, mendapatkan momentum dan menjadi umum, dapat membuktikan masa depan karir IT dan memastikan Anda tetap berada di atas permainan - dan tinggal di permintaan.

5. CONTOH KASUS TENTANG ROBOT MANUSIA
             Kegiatan sehari-hari terkadang sangat mombosankan bila dilakukan secara terus menerus. Kegiatan tersebut mulai dari kegiatan pembersihan ruangan hingga semua kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas rumah tangga yang lain. Maka dari itu  untuk mengurangi kejenuhan dan kelelahan, beberapa peralatan rumah tangga yang sebelumnya bersifat konvensional (tanpa mesin robot) sekarang berangsur-angsur beralih menggunakan mesin robot. Beberapa peralatan yang sudah menggunakan robot yaitu mesin pembersih.

§  TREN SISTEM TI DALAM BIDANG BISNIS
A. PENGERTIAN DAN TUJUAN BISNIS

    - Pengertian bisnis

       Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen .

     - Usahawan atau pelaku bisnis harus mampu memadukan 4 macam sumber daya yaitu :
      
        1. Sumber Daya Materi
        2, Sumber Daya Manusia
        3. Sumber Daya Keuangan
        4. Sumber Daya Informasi
        Perusahaan barsifat dinamis mengalami kemajuan dan kemunduran pada saat bergerak melalui siklus hidupnya. Perubahan atas kondisi ekonomi dan pasar memerlukan pemikiran kembali atas strategi perusahaan metode dan sarana yang digunakan untuk menghadapinya.
      - Tujuan Bisnis
         Setiap bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang dibutuhkan oleh konsumen, produk dapat berupa barang atau jasa.Tujuan perusahaan membuat produk adalah unruk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh oleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen.

B. TEKNOLOGI INFORMASI DAN DUNIA BISNIS
              Teknologi Informasi telah banyak digunakan untuk mendukung proses bisnis yang terjadi pada perusahaan, baik bidang ekonomi maupun perbankan. Dengan hadirnya aplikasi-aplikasi dan layanan e-bussiness, e-commerce, e-banking dan lain-lain. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku bisnis merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi menyebabkan perubahan pada pola kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP).

                Dalam dunia bisnis peranan Teknologi Informasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce (e-dagang) atau perdagangan elektronik. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan lain-lain. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

C. PROSEDUR PENDIRIAN BISNIS, KONTRAK KERJA DAN PROSEDUR PENGADAAN
     1. Pendirian Bisnis
         a. Tahapan pengurusan izin pendirian
              Bagi badan usaha berskala besar, hal ini menjadi prinsip yang paling penting demi
              kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan
              ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa 
              izin sementara, izin tetap hingga izin perluasan.
              Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan, sebagai berikut :
              1.Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
              2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
              3. Bukti diri.
              Selain itu terdapat beberapa Izin perusahaan lainnya yang harus dipenuhi :
              1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Dep. Perdagangan.
              2. Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Dep. Perindustrian.
              3. Izin Domisili.
              4. Izin Gangguan.
              5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
              6. Izin dari Departemen Teknis.

          b. Tahapan pengesahan menjadi badan hukum
                    Tidak semua badan usaha mesti ber badan hukum. Akan tetapi setiap usaha yang
               memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar maka 
               hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya 
               tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk usaha
               tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam. Adapun pengakuan badan
              hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga
              Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).

           c. Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani
                    Badan usaha dikelompokkan kedalam berbagai jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan
               yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan
               dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan,
               pertanian dsb.

          d. Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain yang
               terkait
                      Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha
               akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari
               departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan 
               usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri 
               pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebgai kelanjutannya, kegiatan ini harus 
               mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan.
           
      2. Kontrak Kerja
                     Kontrak kerja adalah suatu perjanjian antara pekerja dan pengusaha secara lisan 
           dan/atau tulisan, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang 
           memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban. Setiap perusahaan wajib memberikan
           kontrak kerja di hari pertama anda bekerja. Dalam Kontrak kerja biasanya terpapar 
           dengan jelas pekerja memiliki hak mendapat kebijakan perusahaan yang sesuai dengan
           Undang- undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Di dalamnya juga 
           memuat mengenai prosedur kerja dan kode disiplin yang ditetapkan perusahaan.

       3. Prosedur pengadaan
           a. Prosedur pengadaan tenaga kerja
               1. Perencanaan Tenaga Kerja
                          Perencanaan tenaga kerja adalah penentuan kuantitas dan kualitas tenaga 
                   kerja yang dibutuhkan dan cara memenuhinya. Penentuan kuantitas dapat 
                   dilakukan dengan dua cara yaitu time motion study dan peramalan tenaga kerja.
                   Sedangkan penentuan kualitas dapat dilakukan dengan Job Analysis. 
                   Job Analysis terbagi menjadi dua, yaitu Job Description dan Job Specification 
                   / Job Requirement. Tujuan Job Analysis bagi perusahaan yang sudah lama 
                   berdiri yaitu untuk reorganisasi, penggantian pegawai, dan penerimaan 
                   pegawai baru.
               2. Penarikan Tenaga Kerja
                            Penarikan tenaga kerja diperoleh dari dua sumber, yaitu sumber internal 
                   dan sumber eksternal. Sumber internal yaitu menarik tenaga kerja baru dari 
                   rekomendasi karyawan lama dan nepotisme, berdasarkan sistem kekeluargaan, 
                   misalnya mempekerjakan anak, adik, dan sebagainya. Keuntungan menarik 
                   tenaga kerja dari sumber internal yaitu lowongan cepat terisi, tenaga kerja cepat
                   menyesuaikan diri, dan semangat kerja meningkat. Namun kekurangannya adalah
                   menghambat masuknya gagasan baru, terjadi konflik bila salah penempatan 
                   jabatan, karakter lama terbawa terus, dan promosi yang salah mempengaruhi 
                   efisiensi dan efektifitas. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber internal adalah 
                   untuk meningkatkan semangat, menjaga kesetiaan, memberi motivasi, dan 
                   memberi penghargaan atas prestasi. Sumber eksternal yaitu menarik tenaga kerja 
                   baru dari lembaga tenaga kerja, lembaga pendidikan, ataupun dari advertising, 
                   yaitu media cetak dan internet. Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber 
                   eksternal adalah dapat meminimaslisasi kesalahan penempatan jabatan, lebih 
                   berkualitas dan memperoleh ide baru/segar. Namun kekurangannya adalah 
                   membutuhkan proses yang lama, biaya yang cukup besar, dan rasa tidak senang 
                   dari pegawai lama. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah 
                   untuk memperoleh gagasan/ide baru dan mencegah persaingan yang negatif.

               3. Seleksi Tenaga Kerja


                         Ada lima tahapan dalam menyeleksi tenaga kerja, yaitu seleksi administrasi, tes

                   kemampuan dan psikologi, wawancara, tes kesehatan dan referensi (pengecekan).
                   Terdapat dua pendekatan untuk menyeleksi tenaga kerja, yaitu Succecive Selection
                   Process dan Compensatory Selection Process. Succecive Selection Process adalah 
                   seleksi yang dilaksanakan secara bertahap atau sistem gugur. Compensatory 
                   Selection Process adalah seleksi dengan memberikan kesempatan yang sama pada 
                   semua calon untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditentukan.

              4. Penempatan Tenaga Kerja
                         Penempatan tenaga kerja adalah proses penentuan jabatan seseorang yang

                   disesuaikan antara kualifikasi yang bersangkutan dengan job specification-nya. 
                   Indikator kesalahan penempatan tenaga kerja yaitu tenaga kerja yang tidak 
                   produktif, terjadi konflik, biaya yang tinggi dan tingkat kecelakaan kerja tinggi.

            b. Prosedur Pengadaan Barang Dan Jasa. 

                 1. Metode Pelelangan Umum

                            Metode pelelangan umum merupakan metoda pemilihan penyedia barang/jasa 
                     yang relatif banyak dilakukan. Pelelangan umum dilakukan secara terbuka dengan
                     pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk
                     penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan 
                     memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya. Semua pengadaan pada prinsipnya harus
                     dapat dilelang dengan cara diumumkan secara luas agar dapat menciptakan 
                     persaingan yang sehat.

                 2. Pelelangan Terbatas                     
                              P
elelangan terbatas dilakukan, jika pelelangan umum sulit dilaksanakan karena
                     penyedia barang/jasa yang mampu mengerjakan diyakini terbatas dan pekerjaannya
                     kompleks, maka dilakukan pelelangan terbatas. Pekerjaan kompleks adalah pekerjaan
                     yang memerlukan teknologi tinggi atau mempunyai resiko tinggi atau yang 
                     menggunakan peralatan yang didesain khusus atau bernilai di atas Rp. 50.000.000.000,-
                     (lima puluh miliar rupiah). Pelelangan terbatas diumumkan secara luas melalui media
                     massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang
                     telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya
                     yang memenuhi kualifikasi.

                 3. Pemilihan Langsung


                            
Bila pelelangan umum dan pelelangan terbatas sulit dilaksanakan dan
                     kemungkinan tidak akan mencapai sasaran, maka dilakukan pemilihan langsung. 
                     Pemilihan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan yang bernilai sampai dengan 
                     Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). Metoda pemilihan langsung, yaitu pemilihan 
                     penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya 
                     penawaran, sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang 
                     telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus 
                     diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan 
                     bila memungkinkan melalui internet. Pejabat/Panitia Pengadaan mengundang penyedia 
                     barang/jasa untuk memasukkan penawaran kemudian membandingkan penawaran 
                     tersebut yang memenuhi syarat. Negosiasi teknis dan harga dilakukan secara bersaing.

                 4. Penunjukan Langsung


                              
Berdasarkan ketentuan dalam Keppres No 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan
                     Barang dan Jasa, Penunjukan langsung dalam pengadaan barang/jasa dapat dilaksanakan
                     dalam hal memenuhi kriteria yang antara lain:

                     a. Terjadi keadaan darurat untuk pertahanan negara, keamanan dan keselamatan

                         masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda, atau harus dilakukan
                         segera, termasuk penanganan darurat akibat bencana alam,
                     b. Pekerjaan yang bersifat rahasia dan menyangkut pertahanan serta keamanan negara
                         yang ditetapkan oleh Presiden,
                     c. Pekerjaan berskala kecil dengan nilai paket pekerjaan maksimum Rp. 50.000.000,-
                         (lima puluh juta rupiah),
                     d. Paket pekerjaan berupa pekerjaan/barang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh
                         satu penyedia barang/jasa, pabrikan, pemegang hak paten tertentu,
                     e. Paket pekerjaan merupakan hasil produksi usaha kecil atau koperasi kecil atau
                         pengrajin industri kecil yang telah mempunyai pasar dan harga yang relatif stabil,
                     f. Paket pekerjaan bersifat kompleks dan hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan
                        teknologi khusus dan/atau hanya ada satu penyedia barang/jasa yang mampu 
                        mengaplikasikannya.

D. APLIKASI BISNIS


            
 Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.

Semua bidang kehidupan saat ini sudah tidak bisa lagi dipisahkan dengan pengunaan perangkat TI, adapun  peran TI dalam bidang ekonomi adalah:


     1. E-Banking
               Kita liat dari susunan katanya saja, e = elektronik dan banking . Artinya sangat luas yaitu
         aktivitas perbankan yang dijalankan melalui media elektronik, seperti ATM juga termasuk di
         dalamnya. Internet banking juga dalam lingkup itu, hanya saja lebih khusus dan diistilahkan 
         internet banking. Sedangkan yang menggunakan mobile device seperti via HP dikenal dengan 
         m-banking, ya termasuk jenis e-banking juga.
                Pengertian E-Banking , E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan 
         produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. 
         E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, 
         untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk 
         dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat 
         mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronik seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau 
         telepon.


     2. E-Commerce
              Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-
         commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui 
         sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang 
         dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen 
         inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
              Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan 
         dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana 
         secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau 
         pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction 
         processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
               E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business 
         lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, 
         pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga 
         memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik 
         (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman 
         barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
               E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-
         elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). 
       

     3. M-Commerce

               M-Commerce (Mobile-Commerce, mCommerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-
         Commerce) dengan menggunakan peralatan portabel/mobile seperti: telepon genggam, telepon 
         pintar, PDA, notebook, dan lain lain. Pada saat pengguna komputer berpindah dari satu tempat 
         ke tempat lain (sewaktu berada dalam mobil, misalnya), pengguna komputer tersebut dapat 
         melakukan transaksi jual beli produk di Internet dengan menggunakan sistem m-dagang ini. 
         Selain m-dagang, istilah lain yang sering dipakai adalah m-bisnis (Mobile Business atau m-
         business).
                Dasarnya, m-dagang adalah gabungan dari perdagangan elektronik (e-dagang) dengan 
         mobile computing. Bisa dikatakan bahwa m-dagang ini adalah e-dagang yang berada dalam 
         lingkungan nirkabel. Seperti halnya e-dagang pada umumnya, penggunaan m-dagang bisa 
         ditransaksikan melalui Internet, jaringan komunikasi pribadi, kartu pintar, dan infrastruktur 
         lainnya. M-dagang membuka peluang untuk memberikan layanan baru bagi customer yang 
         telah ada, dan untuk menarik customer baru.

     4. L-Commerce
               L-Commerce (Location based-Commerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-
         Commerce) yang menekankan pada pencarian informasi yang dihasilkan oleh peralatan GPS 
         (Global Positioning Systems) dan satelit. Berbeda dengan m-dagang yang lebih menekankan 
         pada aspek pemakaian peralatan mobile, maka L-dagang bisa menggunakan baik peralatan 
         mobile maupun komputer jenis desktop.
               Salah satu contoh yang sering dijumpai dalam L-dagang adalah pencarian informasi 
         mengenai letak restoran yang terdekat dengan tempat pengguna Internet tersebut berada. 
         Contoh lain dari L-dagang adalah sistem penelusuran paket pengiriman barang yang dikirim 
         lewat perusahaan UPS atau Federal Express di Amerika Serikat. Namun sekarang, L-dagang 
         juga sudah mulai dipakai untuk melihat waktu kedatangan bis kota secara tepat di suatu halte 
         bis tertentu, yang sangat bermanfaat pada saat musim dingin yang mencekam tiba.


E. PROSES DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS IT


     1. Mengembangkan Sistem Bisnis

                 
Ada beberapa cara yang dapat membantu kita dalam mengembangkan solusi maupun strategi , yaitu dengan proses penyelesaian masalah yang disebut dengan pendekatan system (the system approach). Pendekatan system ini diterapkan untuk pengembangan solusi system terhadap masalah bisnis, maka hal yersebut disebut dengan pengembangan system informasi (information system development) atau pengembangan aplikasi (application development).
            Pengembangan aplikasi dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi dan system e-business yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan, karyawan, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap perusahaan (stakeholder).

       2. Dasar Perencanaan
            Perencanan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Berbagai pertanggung jawaban dalam perencanaan tergantung pada besarnya tujuan organisasi serta fungsi kegiatan khusus manajer. Kebutuhan akan perencanaan ada di semua tingkatan dan pada kenyataannya meningkat dimana tingkat tersebut mempunyai dampak potensial terbesar sukses organisasi atau tingkatan manajemen atas.
            Perencanaan harus mempertimbangkan kebutuhan fleksibel, agar mampu menyesuaikan diri dengan situasi kondisi baru secepat mungkin. Salah satu aspek penting perencanaan adalah pembuatan keputusan (decision making), proses pengembangan dan penyeleksian sekumpulan kegiatan untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
         Ada 4 tahap perencanaan , yaitu :
           1. Menetapkan tujuan atau serangkian tujuan.
           2. Merumuskan keadaan saat ini.
           3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
           4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatn untuk mencapai kegiatan.


       3. Tantangan Implementasi
             
Tantangan dalam implementasi pengembangan system informasi adalah orang-orang yang terlibat dalam pengembangan system informasi yaitu departemen operasional sebagai end-user dan IT sebagai pengembang dan tentu saja sebagai support dan manajemen sebagai leader yang membuat definisi goal yang akan dicapai. Jika system yang akan di-implementasikan adalah system informasi yang terintegrasi maka tantangannya akan sangat besar karena meliputi keseluruhan organisasi yang bisa saja melibatkan pihak eksternal.
Masalah yang dihadapi dalam implementasi tersebut biasanya adalah sebagai berikut :
                   Pengguna tidak mengetahui kemampuan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu proses bisnis yang dikerjakannya setiap hari, dan pada tahap analisa developer juga tidak mengetahui benar-benar proses bisnis yang berlangsung atau juga karena standard dari developer yang kurang dalam membuat program sehingga program yang dihasilkan adalah program yang baik dari kacamata developer bukan dari kedua belah pihak. Karena ketidak tahuan pengguna maka masalah ini bisa diabaikan dimana pengguna juga tidak keberatan dengan program yang diberikan untuk digunakan.


        4. Pengembangan Sistem
                   Menggunakan pendeketan system untuk mengembangkan solusi system informasi dapat dipandang sebagai proses multilangkah yang disebut siklus pengembangan system informasi (information system development cyecle), yang juga dikenal dengan siklus hidup pengembangan system (system development life cyecle-SDLC).
                    Siklus pengembangan ini mencakup langkah :
            1. Investigasi
            2. Analisis
            3. Desain
            4. Implementasi
            5. Pemeliharaan
                     Semua aktivitas yang terlibat sangat berhubungan satu sama lain dan slaing terikat. Dalam praktiknya, beberapa aktivitas pengembangan bias muncul pada saat bersamaan. Jadi bagian yang berbeda dari proyek pengembangan bias jadi berada pada tingkat yang berbeda pada siklus pengembangan. Selain itu juga dapat kembali kapan pun untuk mengulang aktivitas sebelumnya jika perlu memodifikasi dan perbaiki system yang anda kembangkan.


         5. Implementasi Sistem Bisnis
                      Implementasi adalah langkah yang vital dalam pengembangan teknologi informasi untuk mendukung karyawan, pegawai, pelanggan, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Ada beberapa tantangan implementasi dan strategi yang terlibat dalam pengelolaan dan perbaruan system bisnis.
                     Aktivitas Implementasi dapat dibagi menjadi 5 , yaitu :
            - Pembelian hardware,software,dan layanan
            - Pengembangan atau modifikasi software
            - Konversi data
            - Pelatihan pemakai akhir
                   Konversi :
            1. Parallel
            2. Percontohan
            3. Bertahap
            4. Langsung
                       Proses implementasi biasanya memerlukan usaha manajemen proyek (project management) dari para manajer unit bisnis. Mereka harus mendukung rencana proyek yang mencakup tanggung jawab kerja, jadwal, tahap-tahap utama dari pengembangan dan anggaran keuangan.

TREND SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI BIDANG BISNIS
Pengertian bisnis
Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen .
Usahawan atau pelaku bisnis harus mampu memadukan 4 macam sumber daya yaitu :
1. Sumber daya Materi
2. Sumber daya Manusia
3. Sumber daya Keuangan
4. Sumber daya Informasi
Perusahaan barsifat dinamis mengalami kemajuan dan kemunduran pada saat bergerak melalui siklus hidupnya. Perubahan atas kondisi ekonomi dan pasar memerlukan pemikiran kembali atas strategi perusahaan metode dan sarana yang digunakan untuk menghadapinya.
Tujuan Bisnis
Setiap bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang dibutuhkan oleh konsumen, produk dapat berupa barang atau jasa.Tujuan perusahaan membuat produk adalah unruk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh oleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen.
Alasan-alasan Investasi Teknologi Informasi
§  Adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif dalam dunia bisnis yang semakin gencar
§  Mengurangi biaya dan penggunaan lebih efisien
§  Meningkatkat fleksibilitas dan tanggapan.
Alasan perusahaan menerapkan teknologi informasi pada bidang pemasaran
§  Teknologi informasi memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi dan menyediakan banyak informasi ke manager. Sebagai contoh sistem informasi eksekutif (executive Information System atau EIS) mempengaruhi aliran informasi secara vertikal dalam perusahaan.
§  Teknologi informasi juga mempengaruhi proses pengembangan strategi pemasaran karena teknologi informasi memberikan lebih banyak informasi ke manager melalui sistem pengambilan keputusan (decision Support System atau DSS)
§  Teknologi informasi mempengaruhi antarmuka-antarmuka organisasi dengan lingkungan seperti pelaggan dan pemasok. Sestem antar organisasi yang dilengkapi dengan pertukaran data elektronik (EDI) menciptakan hubungan yang lebih dekat antara organisasi dan pemasok, memfasilitasi manajemen sediaan yang lebih efisien dan memungkinkan pendekatan tepat waktu dalam melakukan pemesanan kembali
Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi bisnis
Secara umum masyarakat mengenal produk informasi dalam bentuk perangkat keras, perangkat lunak dan infrastruktur. Perangkat keras meliputi input (keyboard, monitor,touch screen, scanner, mike, camera digital, perekam vidio, barcode reader, maupun alat digitasi lain dari bentuk analog ke digital). Perangkat keras ini bertujuan untuk menerima masukan data/informasi ke dalam bentuk digital agar dapat diolah melalui perangkat komputer.
Selanjutnya terdapat perangkat keras pemroses lebh dikenal sebagai CPU dan memori komputer. Perangkat keras ini berfungsi untuk mengolah dan mengelola sestem komputer dengan dikendalikan oleh sestem operasi komputer. Selain itu terdapat perangkat keras penyimpan data baik yang bersifat tetap (hard disk) maupun portabel (removable disk). Perangkat keras berukutnya adalah output yang menampilkan hasil olahan komputer kepada pengguna melalui monotor, printer, speaker, LCD maupun bentuk respon lainnya.
Selanjutnya dalam perangkat lunak dibedakan sistem operasi (misalnya Windows, Linux, atau Mac) yang bertugas untuk mengelola hidup matinya komputer, menghubungkan media input dan output serta mengendalikan berbagai perangkat lunak aplikasi maupun utiliti di komputer. Sedangkan perangkat aplikasi adalah program praktis yang digunakan untuk membantu pelaksanaan tugas yang spesifik seperti menulis, membuat lembar kerja, membuat presentasi, mengolah database dan lain sebagainya.Selain itu terdapat juga program utiliti yang membantu sestem operasi dalam pengelolahan fungsi tertentu sperti fungsi manajemen memori, keamanan komputer dan lain-lain.
Pada aspek infrastruktur, kita mengenal ada istilah jaringan kompoter baik yang bersifat terbatas dan dalam kawasan tertentu (misalnya satu gedung) yang dekenal dengan nama Local Area Network maupun jaringan yang lebih luas, bahkan bisa meliputi jaringan yang lebih luas yang dikenal sebagai Wide Area Network (WAN). Saat ini, aspek infrastruktur dalam teknologi informasi sering disatukan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perangkat PDA (Personal Digital Assistant) yang berperan sebagai komputer genggam tetapi sarat dengan fungsi komunikasi (baik Wi-Fi, blutooth maupun GSM) merupakan salah satu contoh diantaranya.
Perangkat keras (baik input, pemroses, penyimpan maupun output), perangkat lunak serta infrastruktur ketiga-tiganya memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektifitas maupun efisiensi manajemen informasi perusahaan.
Peran Teknologi Informasi dan komunikasi
Peran Teknologi informasi (TI) dalam upaya mengintegrasikan seluruh proses bisnis memang tidak bisa dibilang kecil. Beragam solusi aplikasi dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mewujudkan upaya ini. Dari sisi karyawan, solusi pengelolan sumber daya manusia (HRM), memungkinkan terciptanya SDM yang efektif, dan kontrol administrasi yang relatif akurat.Sumber Daya Manusia di perusahaan dapat bekerja lebih optimal dan menghasilkan kinerja tinngi bagi perusahaan.Untuk pelanggan, perusahaan dapat menggunakan Selling Chain Management. Solusi ini memungkinkan perusahaan menjalankan aktifitas pemasaran (marketing) penjualan (sales) dan pelayanan pelanggan secara bersamaan menhhasilkan output berupa pemanfaatan aplikasi Customer Relationship Management (CRM).
Untuk para pemasok (supplier), perusahaan dapat memanfaatkan solusi Supply Chain Management yang memadukan aktifitas logistik, produksi, dan distribusi secara searah. Didukung business intelegence yang kuat dan aplikasi enterprise yang terintegrasi, solusi aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP), menghasilkan laporan keuangan yang hasilnya dapat dibaca oleh para pemegang saham perusahaan.
PENDIRIAN BISNIS
Berikut ini adalah prosedur-prosedur yang harus dilakukan:
1. Tahapan pengurusan izin pendirian
Bagi badan usaha berskala besar, hal ini menjadi prinsip yang paling penting demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hingga izin perluasan.
Untuk beberapa jenis badan usaha lainnya, misalnya sole distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan, jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi.
Beberapa dokumen yang diperlukan pada tahapan ini adalah Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Bukti diri. Serta perizinan yang perlu dipenuhi dalam badan usaha tersebut, yaitu Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Surat Izin Usaha Industri (SIUI)
2. Tahapan pengesahan menjadi badan hukum
Tidak semua badan usaha harus berbadan hukum. Akan tetapi, setiap badan usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar, maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk badan usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam.
Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA).
3. Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani
Badan usaha dikelompokkan berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian, dan sebagainya.
4. Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain
Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun, diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha, misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri yang berupa SIUP.
KONTRAK KERJA
Defini kontrak kerja adalah suatu bentuk perjanjian kerja antara karyawan dan perusahaan.
Adapun isi kontrak kerja yaitu, hak dan kewajiban karyawan dan perusahaan selama terikat hubungan kerja, yang ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja tersebut oleh pimpinan perusahaan dan karyawan.
Terdapat 3 sistem kontrak kerja, yaitu:
Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), karyawannya biasa disebut dengan karyawan kontrak. Lamanya kontrak 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Masa kontrak bisa diperpanjang dengan maksimal 2 tahun.
Perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), karyawan dengan kontrak ini disebut dengan karyawan permanent (tetap). Perjanjian kerja yang dibuat bersifat tetap. Pada kontrak kerja ini, karyawan bisa langsung menjadi tetap/permanent atau melalui masa percobaan kerja (probation) untuk paling lama 3 (tiga) bulan. Setelah lulus masa percobaan, karyawan tersebut baru bisa menjadi karyawan tetap.
Untuk kontrak kerja melalui outsourcing, anda akan mengikuti hak dan kewajiban perusahaan outsorcing, walaupun nantinya anda akan disalurkan ke perusahaan yang menjadi klien perusahaan outsourcing, sehingga perjanjian yang dibuat adalah perjanjian tidak langsung dengan tempat anda ditugaskan untuk bekerja. Sedangkan untuk kontrak kerja langsung dengan perusahaan, anda mengikuti hak dan kewajiban perusahaan tersebut.
PROSEDUR PENGADAAN
Prosedur pengadaan terdiri dari prosedur pengadaan tenaga kerja dan prosedur pengadaan barang dan jasa.
A. Prosedur Pengadaan Tenaga Kerja
Prosedur pengadaan tenaga kerja terdiri dari:
1. Perencanaan Tenaga KerjaPerencanaan tenaga kerja adalah penentuan kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan dan cara memenuhinya. Penentuan kuantitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, time motion study dan peramalan tenaga kerja. Sedangkan penentuan kualitas dapat dilakukan dengan Job Analysis. Job Analysis terbagi menjadi 2, yaitu Job Description dan Job Specification/Job Requirement. Tujuan Job Analysis bagi perusahaan yang sudah lama berdiri, yaitu untuk reorganisasi, penggantian pegawai, dan penerimaan pegawai baru.
2. Penarikan Tenaga Kerja
Penarikan tenaga kerja diperoleh dari 2 sumber, yaitu sumber internal dan sumber eksternal.
Sumber internal yaitu menarik tenaga kerja baru dari rekomendasi karyawan lama dan nepotisme, berdasarkan sistem kekeluargaan, misalnya mempekerjakan anak, adik, dan sebagainya. Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber internal yaitu lowongan cepat terisi, tenaga kerja cepat menyesuaikan diri, dan semangat kerja meningkat. Namun, kekurangannya adalah menghambat masuknya gagasan baru, terjadi konflik bila salah penempatan jabatan, karakter lama terbawa terus, dan promosi yang salah mempengaruhi efisiensi dan efektifitas. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber internal adalah untuk meningkatkan semangat, menjaga kesetiaan, memberi motivasi, dan memberi penghargaan atas prestasi.
Sumber eksternal yaitu menarik tenaga kerja baru dari lembaga tenaga kerja, lembaga pendidikan, ataupun dari advertising, yaitu media cetak dan internet. Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah dapat meminimaslisasi kesalahan penempatan jabatan, lebih berkualitas dan memperoleh ide baru/segar. Namun kekurangannya adalah membutuhkan proses yang lama, biaya yang cukup besar, dan rasa tidak senang dari pegawai lama. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah untuk memperoleh gagasan/ide baru dan mencegah persaingan yang negatif.
3. Seleksi Tenaga Kerja
Ada 5 tahapan dalam menyeleksi tenaga kerja, yaitu seleksi administrasi, tes kemampuan dan psikologi, wawancara, tes kesehatan dan referensi (pengecekan). Terdapat dua pendekatan untuk menyeleksi tenaga kerja, yaitu :
§  Succecive Selection Process adalah seleksi yang dilaksanakan secara bertahap atau sistem gugur.
§  Compensatory Selection Process adalah seleksi dengan memberikan kesempatan yang sama pada semua calon untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditentukan.
4. Penempatan Tenaga Kerja
Penempatan tenaga kerja adalah proses penentuan jabatan seseorang yang disesuaikan antara kualifikasi yang bersangkutan dengan job specification-nya. Indikator kesalahan penempatan tenaga kerja yaitu tenaga kerja yang tidak produktif, terjadi konflik, biaya yang tinggi dan tingkat kecelakaan kerja tinggi.
B. Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa
Berdasarkan Keppres No. 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa terdapat beberapa metode pemilihan serta sistem penilaian kompetensi penyedia barang dan jasa. secara umum jenis-jenis metode pemilihan penyedia barang dan jasa, yang antara lain:
1.      Metode Pelelangan Umum merupakan metoda pemilihan penyedia barang/jasa yang relatif banyak dilakukan. Pelelangan umum dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum, sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
2.      Pelelangan Terbatas terbatas dilakukan, jika pelelangan umum sulit dilaksanakan karena penyedia barang/jasa yang mampu mengerjakan diyakini terbatas dan pekerjaannya kompleks, maka dilakukan pelelangan terbatas. Pelelangan terbatas diumumkan secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya yang memenuhi kualifikasi.
3.      Pemilihan Langsung yaitu pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet.
4.      Penunjukan Langsung. Berdasarkan ketentuan dalam Keppres No 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa, Penunjukan langsung dalam pengadaan barang/jasa dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria yang antara lain:
§  Terjadi keadaan darurat untuk pertahanan negara, keamanan dan keselamatan masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda, atau harus dilakukan segera, termasuk penanganan darurat akibat bencana alam,
§  Pekerjaan yang bersifat rahasia dan menyangkut pertahanan serta keamanan negara yang ditetapkan oleh Presiden,
§  Pekerjaan berskala kecil dengan nilai paket pekerjaan maksimum Rp. 50.000.000,
§  Paket pekerjaan berupa pekerjaan/barang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang/jasa, pabrikan, pemegang hak paten tertentu,
§  Paket pekerjaan merupakan hasil produksi usaha kecil atau koperasi kecil atau pengrajin industri kecil yang telah mempunyai pasar dan harga yang relatif stabil,
§  Paket pekerjaan bersifat kompleks dan hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan teknologi khusus dan/atau hanya ada satu penyedia barang/jasa yang mampu mengaplikasikannya.

1. My Budget Book

My Budget Book adalah sebuah aplikasi penting yang memungkinkan Anda untuk mengelola uang di waktu yang sulit. Aplikasi ini membantu individu untuk melacak pengeluaran dan pendapatan. Aplikasi ini membantu orang untuk mengelola uang secara efektif. Anda bahkan bisa merekam bahkan mengeluarkan bisnis secara terpisah dalam aplikasi ini.
Download untuk Android iOS

2. LinkedIn

LinkedIn dikenal sebagai jejaring sosial untuk para profesional. Platform ini memiliki fitur yang diperlukan untuk meningkatkan jaringan profesional Anda. Pengguna juga dapat menggunakan LinkedIn untuk tetap berhubungan dengan kelompok-kelompok bisnis dan belajar tentang inovasi baru dan praktek industri. Pengguna dapat juga melamar pekerjaan langsung dari LinkedIn. Aplikasi mobilenya didesain dengan baik untuk melayani kebutuhan pengguna bisnis.
Download untuk Android | iOS

3. MoneyWiz 2 – Personal Finance

Melacak keuangan pribadi dari pengusaha adalah sesuatu yang penting. Aplikasi ini membantu Anda untuk mengelola beberapa rekening bank, anggaran dan tagihan. Aplikasi ini juga menawarkan online banking dari seluruh dunia dan dapat di sinkronisasi dengan aplikasi lain. Banyak website teknologi dan finansial seperti Forbes, MacWorld, Telegraph yang telah memuji kemampuan dari aplikasi ini.
Download untuk Android | iOS

4. Degoo

Degoo adalah solusi penyimpanan awan (cloud) gratis. Ini adalah cara yang aman untuk melakukan backup data di cloud. Aplikasi ini juga ada versi desktop nya sendiri. Anda dapat dengan mudah memindahkan file dari memori utama Anda ke cloud menggunakan Degoo. Pengguna Degoo akan mendapatkan hingga 100GB ruang secara free di cloud secara aman.
Download untuk Android PC Desktop 

5. Microsoft Office

Microsoft baru saja meluncurkan Office Suit untuk Android. Aplikasi ini membutuhkan Android versi 4.4 keatas untuk bisa menjalankannya. Microsoft Office menyediakan penyimpanan awan (cloud) dengan OneDrive untuk dokumen, spreadsheet, presentasi dan banyak lagi. Pengguna bahkan dapat mengedit dan membuat dokumen word, spreadsheet menggunakan smartphone.
Download untuk Android iOS

6. Evernote

Salah satu aplikasi pencatatan yang sangat populer di kalangan pebisnis. Evernote telah terbukti dapat membatu dalam menulis catatan / notes, berbagai ide dan mengumpulkan atikel yang ditemukan pada saat browsing. Evernote bisa diakses melalui smatphone maupun desktop.
Dan masih banyak lagi
Dalam berbisnis akan selalu diharapkan adanya perkembangan demi menunjang profit agar bertambah seterusnya. Pada era globalisasi ini dan adanya pasar bebas sangat mempengaruhi perkembangan bisnis, dalam hal ini sangat diperlukan teknologi informasi untuk menghadapi adanya globalisasi dan pasar bebas. Oleh karena itu perlu memahami lebih lanjut pengembangan bisnis dengan ditunjang teknologi informasi.


A.      Dasar Perencanaan
Dasar perencanaan adalah bagian dari daur kegiatan manajemen yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making)untuk masa depan, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehubungan dengan pokok pertanyaan: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan berapa, baik sehubungan dengan lembaga yang dimanajemeni maupun usaha-usahanya.
Proses perencanaan dapat dilaksanakan menyeluruh, misalnya dalam perencanaan korporat, perencanaan strategis, atau perencanaan jangka panjang. Bisa juga dilakukan per divisi atau unit bisnis stategis menjadi rencana divisi atau anak perusahaan tertentu di dalam suatu korporasi yang lebih besar. Bisa juga dilakukan per fungsi baik di dalam korporasi, di dalam divisi maupun unit bisnis individual, misalnya rencana fungsi pemasaran, rencana fungsi keuangan, rencana fungsi produksi dan distribusi, dan rencana fungsi personalia. Bagaimana pun lingkup perencanaan yang dilakukan, pokok pertanyaan yang dipikirkan sama saja: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan berapa. Perbedaannya menyangkut metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
Unsur-unsur dari proses perencanaan, yaitu:
a.       Audit situasi
b.      Riset masa depan
c.       Asumsi-asumsi
d.      Visi
e.      Tujuan, sasaran, target
f.        Kebijakan
g.       Rencana strategi
h.      Keunggulan strategi
B.      Tantangan Implementasi
Pada bahasan ini, kita membahas mengenai  tantangan implementasi bisnis terhadap pengembangan sistem.Kata implementasi bermuara pada aktivitas, adanya aksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa implementasi bukan sekadar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan.

Tantangan dalam implementasi pengembangan system informasi adalah orang-orang yang terlibat dalam pengembangan system informasi yaitu departemen operasional sebagai end-user dan IT sebagai pengembang dan tentu saja sebagai support dan manajemen sebagai leader yang membuat definisi goal yang akan dicapai. Jika system yang akan di-implementasikan adalah system informasi yang terintegrasi maka tantangannya akan sangat besar karena meliputi keseluruhan organisasi yang bisa saja melibatkan pihak eksternal.

Masalah yang dihadapi dalam implementasi tersebut biasanya adalah sebagai berikut :
1. Pengguna tidak mengetahui kemampuan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu proses bisnis yang dikerjakannya setiap hari, dan pada tahap analisa developer juga tidak mengetahui benar-benar proses bisnis yang berlangsung atau juga karena standard dari developer yang kurang dalam membuat program sehingga program yang dihasilkan adalah program yang baik dari kacamata developer bukan dari kedua belah pihak. Karena ketidak tahuan pengguna maka masalah ini bisa diabaikan dimana pengguna juga tidak keberatan dengan program yang diberikan untuk digunakan.
2. Kedua belah pihak tidak memahami asumsi dan ketergantungan yang ada dalam system dan bisnis proses, sehingga pada tahap implementasi jika ada bagian dari proses bisnis yang belum di cover oleh system dan kemudian dibuatkan fungsi baru yang ternyata menimbulkan masalah, dan penyelesaian masalah menimbulkan masalah baru seperti melakukan tambal sulam yang berakibat pada benang kusut akan membuat suatu aplikasi yang tidak dapat di andalkan. Dan aplikasi hanya dibuat sebagai program untuk melakukan entry data.
3. Dalam implementasi system terintegrasi, dimana pengguna tidak dapat menjadikan implementasi sebagai prioritas pertama, dimana pengguna yang sudah disibukkan dengan kegiatan operasional akan berpura-pura menyetujui, menjalankan dan mengikutinya tetapi pada kenyataannya semuanya tidak berjalan sesuai dengan harapan. Akan membutuhkan CETL yang lama jika dijadikan sebagai resource untuk aplikasi BI.
Operasional adalah departemen yang secara langsung memberikan kontribusi nilai terhadap suatu organisasi; mencetak penjualan, memberikan pelayanan kepada pelanggan dan lain sebagainya, sedangkan IT adalah departemen support untuk operasional. Walaupun ada beberapa ahli yang mengatakan implementasi ERP lebih sulit dibandingkan membangun pabrik baru atau memasarkan produk baru, saya tidak bisa membayangkan jika operasional bekerja tanpa dibantu dengan system, dan jika IT memaksakan implementasi tanpa mempertimbangkan asumsi dan ketergantungan dalam proses bisnis maka bukannya menambah nilai tetapi hanya menjadi beban bagi operasional dan berimbas mengurangi nilai organisasi.
Jika kedua belah pihak tidak terjalin kerjasama yang baik maka akan menciptakan kondisi deadlock, dimana user tidak dapat menjelaskan kebutuhannya, dan UAT tidak ada atau terkesan dipaksakan sehingga data pada aplikasi tidak sesuai dan tidak bisa diandalkan. Dengan demikian kepemimpinan manajemen sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan ini. Dan perlu diketahui bersama, teknologi hanya bersifat membantu bukan menggantikan karena seperti anda ketahui ‘there is no brain and heart inside’ sehingga pengembangan system informasi bersifat kontinyu, dan mungkin akan ada asumsi dan ketergantungan yang tidak dapat diterjemahkan kedalam system dan ini semua tentang people power untuk kehidupan yang lebih baik.
Bisnis apapun apabila ingin bertahan dan berhasil dalam jangka panjang maka perusahaan tersebut harus berhasil mengembangkan strategi yang telah direncanakan yang didukung dengan sistem informasi dan teknologi informasi dalam menghadapi lima tekanan kompetitif yang membentuk struktur persaingan dalam pasar (industri). Dalam model klasik Michael Porter tentang bisnis apapun yang ingin bertahan hidup dan berhasil harus mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai strategi untuk secara efektif mengatasi tekanan yang ada. Tekanan tersebut diantaranya adalah :
1.       Persaingan dari para pesaing dalam industrinya.
2.       Ancaman pemain baru dalam industri dan pasarnya.
3.       Ancaman yang dihadapi karena adanya produk pengganti yang dapat mengambil pangsa pasar.
4.       Daya tawar pelanggan.
5.       Daya tawar pemasok.

C.      Pengembangan Sistem Bisnis
Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dengan aktivitas orang/user, yang menggunakan teknologi itu, untuk mendukung operasi dan manajemen. Jadi, bisa dipastikan bahwa semua perusahaan membutuhkannya. Nah, ketika kita membicarakan perusahaan, maka kita akan berbicara juga mengenai profit. Dan manakala kita membicarakan profit, otomatis kita pasti akan juga membicarakan manajemen. Karena dengan manajemen yang baik, pastinya akan menghasilkan profit yang baik juga. Itulah peluang yang sangat besar jika kita mulai melihat Pengembangan Sistem Informasi sebagai proyek bisnis kita kelak.

Pengembangan teknologi informasi penting dalam menunjang sistem bisnis, oleh karena itu dalam mengembangkan bisnis diperlukan juga adanya perkembangan sistem informasi.  Dalam pengembangan sistem  tentunya akan membahas sub babnya berupa pendekatan sistem, siklus hidup pengembangan sistem, prototyping, dll. Sub bab tersebut telah di paparkan pada entri sebelumnya pada blog ini.klik to review

D.      Implementasi Sistem Bisnis
Implementasi Sistem Informasi Untuk Mendukung Kegiatan Perusahaan -Saat ini manusia dalam kesehariannya sebagai pengguna informasi sangat bergantung pada berbagai sistem informasi, mulai dari sistem informasi manual yang sederhana dengan menggunakan saluran informal, hingga sistem informasi berbasis komputer yang rumit dan menggunakan saluran telekomunikasi canggih. Di dalam suatu perusahaan, apapun jenis dan bentuknya, sistem informasi bahkan telah memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan operasional, mendukung pengambilan keputusan hingga mendukung perusahaan mencapai keunggulan kompetitif yang strategis.

Sistem informasi dapat merupakan kombinasi teratur apapun dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi (O’Brien, 2005).

Menurut O’Brien (2005), terdapat 3 peran utama sistem informasi dalam bisnis yaitu:
·         Mendukung proses bisnis dan operasional
·         Mendukung pengambilan keputusan
·         Mendukung strategi untuk keunggulan kompetitif

Menurut O’Brien (2005), secara konsep aplikasi sistem informasi yang diimplementasikan dalam dunia bisnis saat ini dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara. Contohnya, beberapa jenis sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai sistem informasi operasi atau manajemen. O’Brien (2005) mengklasifikasikan sistem informasi ke dalam dua kelompok besar, yaitu :
a)      Sistem Pendukung Operasi (Operations Support System)
Sistem pendukung operasi ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu :

1)      Sistem Pengolahan Khusus atau Specialized Processing System.
2)      Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems)
3)      Sistem Pengendalian Proses (Process Control Systems)
4)      Sistem Kerjasama Perusahaan (Enterprise Collaboration Systems)

b)      Sistem Pendukung Manajemen (Management Support System)
Sistem Pendukung Manajemen dibagi empat bagian yaitu :

1)      Sistem Informasi Manajemen (Management Information Systems)
2)      Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
3)      Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information Systems)
4)      Sistem Pengolahan Khusus atau Specialized Processing Systems

Menurut O’Brien (2005), selain jenis sistem informasi di atas, terdapat beberapa jenis sistem informasi lainnya, yaitu sebagai berikut:
1)          Sistem Pakar
2)          Sistem Manajemen Pengetahuan
3)          Sistem Informasi Strategis
4)          Sistem Bisnis Fungsional

Aturan E-Business pada Bisnis :
1.      Komunikasi
Yang dimaksud dengan komunikasi adalah adanya fasilitas atau media yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, layanan, transaksi elektronik (pemesanan dan pembayaran secara elektronik) dan perpindahan barang dari penjual ke pembeli. Media komunikasi yang memadai yang bisa mempertemukan pelaku e-Business menjadi syarat utama terselenggaranya.

2.      Komersial (Perdagangan)
Sisi komersial yang disyaratkan pada e-Business adalah adanya sistem untuk melakukan transaksi online mulai dari promosi barang, pemesanan barang, pembayaran dan pengiriman barang. Pembeli barang memesan barang tidak memerlukan melihat barang secara langsung tetapi melalui gambar atau spesifikasi yang tercantum dalam website. Sedangkan untuk pemesanan, sistem shopping online terhubung dengan sistem inventory untuk mengetahui stock barang sehingga barang yang dibeli memang ada. Untuk pembayaran, sistem shopping online harus terhubung dengan otoritas pembayaran misalnya bank atau penyedia kartu kredit agar nilai yang dibayarkan oleh pembeli berasal dari alat pembayaran yang sah dan memiliki nilai yang cukup.

3.      Proses Bisnis
Setiap pelaku e-Business yang ingin melalukan transaksi elektronik dan mendapatkan manfaat semaksimal mungkin dari e-Business harus melakukan optimalisasi proses bisnis internal dengan memanfaatkan teknologi informasi agar aliran informasi, transaksi, maupun lama pengiriman barang menjadi dipersingkat, biaya transaksi menjadi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan perdagangan yang dilakukan secara tradisional.

4.      Layanan
Bagi setiap institusi yang menjadi pelaku e-Business, penggunaan teknologi informasi dan internet seharusnya menjadikan layanan ke customer menjadi lebih baik, lebih ekonomis, dan lebih terjangkau. Misalnya, dimensi barang yang ditawarkan beserta spesifikasinya bisa diperiksa lebih seksama sebelum dibeli (diakses melalui website), tidak diperlukan toko secara fisik, dan bisa diakses dari mana saja dengan menggunakan internet. Bahkan dengan sistem informasi, customer bisat dilayani secara khusus dan personal karena data-data aktifitas customer direkam dan bisa dilakukan analisis untuk meningkatkan pelayanan.

5.      Learning
Untuk meningkatkan awareness baik diantara pengguna maupun pelaku e-Business, proses edukasi sangat penting agar semakin banyak anggota masyarakat yang menyadari manfaat dan kelebihan dari transaksi online. Perbedaan dengan transaksi tradisional adalah pembeli dan penjual tidak perlu belajar sebelum melakukan transaksi sedangkan transaksi online karena pengguna maupun pelaku tidak berhadapan dengan manusia tetapi dengan mesin computer maka diperlukan proses edukasi agar mereka bisa menggunakan fasilitas atau media transaksi dengan lancar.

6.      Kolaborasi
Satu siklus transaksi online antara penjual dan pembeli melibatkan stakeholder lain yang harus berkolaborasi untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Pada saat pembayaran maka akan terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan bank atau penyedia kartu kredit untuk menyelesaikan proses pembayaran. Setelah dibayar maka terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan gudang, dan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan barang sampai ke pembeli. Pihak lain yang juga terlibat adalah pihak asuransi untuk melakukan penjaminan transaksi maupun atas barang yang dikirim. Kolaborasi yang terjadi dalam e-Business.

7.      Komunitas
Dalam dunia maya (world wide web) komunitas merupakan salah satu indikator untuk mengukur aktifitas pengguna. Dalam e-Business, komunitas merupakan media yang cukup penting untuk belajar dan memperbaiki diri secara terus menerus baik dari sisi pelaku maupun pengguna dalam hal produk, layanan, maupun mekanisme transaksi.


 Sumber :

http://latifwindar.blog.st3telkom.ac.id/2015/12/02/peranan-teknologi-informasi-dengan-dunia-bisnis/
http://denobisnis.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-dan-tujuan-bisnis.html
http://z03lf1k4r.blogspot.com/2014/05/pertemuan-3-aspek-bisnis-di-bidang.html
http://ria-ajah.blogspot.com/2011/04/prosedur-pengadaan-kontrak-bisnis-pakta.html
http://swestimahardini.wordpress.com/2013/05/02/aspek-bisnis-di-bidang-teknologi-informasi/
http://www.jurnalweb.com/aplikasi-bisnis-terbaik-untuk-android-dan-iphone-ios/
http://beeocvin.blogspot.co.id/2014/10/pengembangan-bisnisstrategi-solusi.html
http://asqabete.blogspot.co.id/2012/01/aturan-pada-e-business.html



Share:

0 komentar:

Posting Komentar