§ TREN SISTEM TI MASA DEPAN
1. EKONOMI API (Aplikasi Penghubung
Pemrograman)
API (Application Programming Interface) adalah sekumpulan
perintah, fungsi, dan protokol yang dapat digunakan oleh programmer saat
membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu. API memungkinkan
programmer untuk menggunakan fungsi standar untuk berinteraksi dengan sistem
operasi lain.
Dalam contoh sederhana, dibutuhkan setidaknya
ribuan system calls per detik. Oleh karena itu Kebanyakan programmer membuat
aplikasi dengan menggunakan Application Programming Interface(API). Dalam API
itu terdapat fungsi-fungsi/perintah-perintah untuk menggantikan bahasa yang
digunakan dalam system calls dengan bahasa yang lebih terstruktur dan mudah
dimengerti oleh programmer. Fungsi yang dibuat dengan menggunakan API tersebut
kemudian akan memanggil system calls sesuai dengan sistem operasinya. Tidak
tertutup kemungkinan nama dari system calls sama dengan nama di API.
API adalah sebuah bahasa dan format pesan
yang digunakan oleh program aplikasi untuk berkomunikasi dengan system operasi
atau program pengendalian lainnnya seperti system manajemen database (DBMS)
atau komunikasi protocol. API diimplementasikan dengan menulis fungsi panggilan
atau sintaks dalam program, yang menyediakan sarana yang diperlukan untuk
meminta layanan program. Pada dasarnya, program API mendefinisikan cara yang
tepat bagi developer untuk meminta layanan dari program itu.
- Keuntungan memprogram dengan menggunakan API adalah :
- Portabilitas, Programmer yang menggunakan API
dapat menjalankan
programnya dalam sistem operasi mana saja asalkan sudah
ter- install
API tersebut. Sedangkan system call berbeda antar sistem
operasi,
dengan catatan dalam implementasinya mungkin saja berbeda.
- Lebih Mudah Dimengerti, API menggunakan bahasa
yang lebih
terstruktur dan mudah dimengerti daripada bahasa
system call.
Hal ini sangat penting dalam hal editing dan
pengembangan.
Didalam Ekonomi API kita juga mengenal System Call
Interface.
2. PEMASARAN DIMENSI
Pemasaran adalah salah satu fungsi organisasi dan
seperangkat proses untuk menciptakan,mengkomunikasikan dan menyerahkan nilai
kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang
menguntungkan organisasi dan para pemlik sahamnya.
- Konsep
- Konsep Pemasaran
- Konsep Produksi, adalah konsep ini menegaskan bahwa konsumen
akan
memilih produksi yang tersedia dimana-mana dan murah.
- Konsep Produk adalah menyatakan bahwa konsumen akan lebih
menyukai
produk yang menawarkan fitur-fitur paling bermutu,berprestasi,atau
inovatif
- Konsep
Penjualan adalah menyatakan bahwa konsumen dan bisnis ,jika di
tinggalkan
sendiri biasanya tidak akan membeli cukup banyak produk-produk
organisasi
- Dimensi
Pemasaran Holistik
Pemasaran Relasi, Pemasaran
Terpadu, Pemasaran Inteernal,
Pemasaran Yang Bertanggung Jawab Sosial.
3. ROBOT MANUSIA
Konsep
Artificial Intelligence sebenarnya sudah jauh dipikirkan, bahkan sejak zaman
Yunani Kuno. Talos dari Crete, robot perunggu dari Hephaestus, dan Galatea dari
Pygmalion menjadi beberapa contoh ide “mesin yang hidup” yang dicetuskan di era
tersebut. Walau begitu, konsep dari Artificial Intelligence ini baru sekitar
setengah abad lalu berubah dari hanya sebuah mitos menjadi sebuah realitas yang
faktual.
Adalah Alan Turing, seorang ahli matematika sekaligus
pemecah kode di Perang Dunia ke-2 dari Inggris yang menjadi salah satu tokoh
yang paling berpengaruh dalam pencetusan ide tentang teknologi “kecerdasan buatan”
ini pada tahun 1950.
Melalui ide-idenya saat itu, istilah artificial
intelligence cukup populer pada pertengahan tahun ’50-an. Bahkan hingga Turing
meninggal pada tahun 1954, istilah tersebut masih menjadi perbincangan hangat di
kalangan peneliti saat itu.
Seorang ilmuwan kognitif Amerika bernama Marvin Minsky
akhirnya memutuskan untuk meneruskan tongkat estafet AI dengan membangun sebuah
laboratorium khusus AI di Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1959
dan menjadi salah satu konseptor utama di bidang AI pada periode 1960 hingga
1970-an.
Akan tetapi membutuhkan hingga beberapa dekade untuk
masyarakat dapat mengenal potensi sebenarnya dari AI. Beberapa figur teknologi
terkenal seperti Elon Musk dan Stephen Hawking masih terus memperbincangkan
perkembangan artificial intelligence hingga hari ini.
Ketika berbicara tentang dampak positifnya terhadap
umat manusia, AI adalah salah satu contoh teknologi yang dapat mengubah sejarah
manusia secara keseluruhan, terutama ketika berbicara tentang otomatisasi dan
pengolahan data yang masif.
4. PEKERJA TEKNOLOGI INFORMASI
BAGI MASA DEPAN
Profesional teknologi informasi bekerja di bidang
yang secara inheren rentan terhadap perubahan. Sementara konsep dasar seperti
pengembangan perangkat lunak, administrasi jaringan atau sistem operasi dan
persyaratan keamanan berjalan di tempat selama beberapa dekade, evolusi
infrastruktur merupakan faktor yang telah berkembang lebih umum dalam beberapa
tahun terakhir.
Evolusi ini memiliki dampak yang signifikan
terhadap kerja teknologi informasi dan pilihan karir yang tersedia di dalamnya.
Banyak jenis pekerjaan sekarang dapat dilakukan dari jarak jauh (atau luar
negeri, memprovokasi persaingan lebih global), sistem fisik digantikan oleh
edisi virtual dan seluruh pusat data bergerak naik ke awan, membahayakan peran
tradisional tertentu, sementara juga meletakkan dasar untuk peluang baru.
Ada yang mengatakan selama bertahun-tahun sekarang
bahwa pekerja TI akan mendapat manfaat dari pengetahuan bisnis yang lebih kuat
agar tetap kompetitif. Faktor ini tidak diragukan lagi penting sebagai garis
kerja yang kabur - administrator sistem diparkir di ruang server, memperbaiki
masalah saat menghindari kontak manusia digantikan oleh teknologi dan
komunikasi, ahli berpengalaman dalam pelatihan dan manajemen proyek, menawarkan
tatap muka solusi diarahkan memenuhi kebutuhan perusahaan daripada membangun
mereka.
Namun, penting untuk diingat bahwa sementara
keterampilan bisnis berguna untuk membangun relevansi dan membuktikan nilai
seseorang, berfokus pada teknologi yang tepat merupakan bagian yang lebih besar
dari gambar - itu merupakan dasar dari perdagangan.
Keterampilan bisnis hanya berguna ketika mereka menganut
teknologi bermakna untuk memanfaatkan atas mereka. Mengetahui tren akan lepas
landas, mendapatkan momentum dan menjadi umum, dapat membuktikan masa depan
karir IT dan memastikan Anda tetap berada di atas permainan - dan tinggal di
permintaan.
5. CONTOH KASUS TENTANG ROBOT
MANUSIA
Kegiatan sehari-hari terkadang sangat mombosankan bila
dilakukan secara terus menerus. Kegiatan tersebut mulai dari kegiatan
pembersihan ruangan hingga semua kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas
rumah tangga yang lain. Maka dari itu untuk mengurangi kejenuhan dan
kelelahan, beberapa peralatan rumah tangga yang sebelumnya bersifat
konvensional (tanpa mesin robot) sekarang berangsur-angsur beralih menggunakan
mesin robot. Beberapa peralatan yang sudah menggunakan robot yaitu mesin
pembersih.
§ TREN SISTEM TI DALAM BIDANG
BISNIS
A. PENGERTIAN DAN TUJUAN BISNIS
- Pengertian
bisnis
Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang
terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau
jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen .
- Usahawan
atau pelaku bisnis harus mampu memadukan 4 macam sumber daya yaitu :
1.
Sumber Daya Materi
2,
Sumber Daya Manusia
3.
Sumber Daya Keuangan
4.
Sumber Daya Informasi
Perusahaan
barsifat dinamis mengalami kemajuan dan kemunduran pada saat bergerak melalui
siklus hidupnya. Perubahan atas kondisi ekonomi dan pasar memerlukan pemikiran
kembali atas strategi perusahaan metode dan sarana yang digunakan untuk
menghadapinya.
- Tujuan
Bisnis
Setiap bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan
produk yang dibutuhkan oleh konsumen, produk dapat berupa barang atau
jasa.Tujuan perusahaan membuat produk adalah unruk mendapatkan laba, yakni
imbalan yang diperoleh oleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi
konsumen.
B. TEKNOLOGI INFORMASI DAN DUNIA BISNIS
Teknologi Informasi telah banyak digunakan untuk
mendukung proses bisnis yang terjadi pada perusahaan, baik bidang ekonomi
maupun perbankan. Dengan hadirnya aplikasi-aplikasi dan layanan e-bussiness,
e-commerce, e-banking dan lain-lain. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya
menyebabkan setiap pelaku bisnis merasa perlu menerapkan teknologi informasi
dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi menyebabkan perubahan
pada pola kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning
(ERP).
Dalam dunia bisnis peranan Teknologi Informasi
dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai
E-Commerce (e-dagang) atau perdagangan elektronik. E-Commerce adalah
perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. E-commerce merupakan
bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya
sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis,
pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan lain-lain. Selain teknologi jaringan
www, e-dagang juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data
(databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non
komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran
untuk e-dagang ini.
C. PROSEDUR PENDIRIAN BISNIS,
KONTRAK KERJA DAN PROSEDUR PENGADAAN
1.
Pendirian Bisnis
a. Tahapan pengurusan izin pendirian
Bagi badan usaha berskala besar, hal ini menjadi prinsip yang
paling penting demi
kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan.
Hasil akhir pada tahapan
ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter
of Intent yang dapat berupa
izin sementara, izin tetap hingga izin perluasan.
Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan, sebagai
berikut :
1.Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
3. Bukti diri.
Selain itu terdapat beberapa Izin perusahaan lainnya yang
harus dipenuhi :
1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh
melalui Dep. Perdagangan.
2. Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui
Dep. Perindustrian.
3. Izin Domisili.
4. Izin Gangguan.
5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
6. Izin dari Departemen Teknis.
b. Tahapan pengesahan menjadi badan hukum
Tidak semua badan usaha mesti ber badan hukum.
Akan tetapi setiap usaha yang
memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang
menjadi berskala besar maka
hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas
kegiatan yang dilakukannya
tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin
yang mengikat suatu bentuk usaha
tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari
satu macam. Adapun pengakuan badan
hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum
Dagang (KUHD), hingga
Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).
c. Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani
Badan usaha dikelompokkan kedalam berbagai
jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan
yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut,
maka setiap pengurusan izin disesuaikan
dengan departemen yang membawahinya seperti
kehutanan, pertambangan, perdagangan,
pertanian dsb.
d. Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari
departemen lain yang
terkait
Departemen tertentu yang berhubungan
langsung dengan jenis kegiatan badan usaha
akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan
usaha juga harus mendapatkan izin dari
departemen lain yang pada nantinya akan
bersinggungan dengan operasional badan
usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan
izin pendirian industri
pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebgai
kelanjutannya, kegiatan ini harus
mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin
Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan.
2. Kontrak
Kerja
Kontrak kerja adalah suatu perjanjian antara
pekerja dan pengusaha secara lisan
dan/atau tulisan, baik untuk waktu tertentu maupun untuk
waktu tidak tertentu yang
memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban. Setiap perusahaan
wajib memberikan
kontrak kerja di hari pertama anda bekerja. Dalam Kontrak
kerja biasanya terpapar
dengan jelas pekerja memiliki hak mendapat kebijakan
perusahaan yang sesuai dengan
Undang- undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Di
dalamnya juga
memuat mengenai prosedur kerja dan kode disiplin yang
ditetapkan perusahaan.
3.
Prosedur pengadaan
a. Prosedur pengadaan tenaga kerja
1. Perencanaan Tenaga Kerja
Perencanaan tenaga kerja
adalah penentuan kuantitas dan kualitas tenaga
kerja yang dibutuhkan dan cara
memenuhinya. Penentuan kuantitas dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu time
motion study dan peramalan tenaga kerja.
Sedangkan penentuan kualitas dapat
dilakukan dengan Job Analysis.
Job Analysis terbagi menjadi dua,
yaitu Job Description dan Job Specification
/ Job Requirement. Tujuan Job Analysis
bagi perusahaan yang sudah lama
berdiri yaitu untuk reorganisasi,
penggantian pegawai, dan penerimaan
pegawai baru.
2. Penarikan Tenaga Kerja
Penarikan tenaga kerja diperoleh dari dua sumber, yaitu sumber
internal
dan sumber eksternal. Sumber internal
yaitu menarik tenaga kerja baru dari
rekomendasi karyawan lama dan
nepotisme, berdasarkan sistem kekeluargaan,
misalnya mempekerjakan anak, adik, dan
sebagainya. Keuntungan menarik
tenaga kerja dari sumber internal
yaitu lowongan cepat terisi, tenaga kerja cepat
menyesuaikan diri, dan semangat kerja
meningkat. Namun kekurangannya adalah
menghambat masuknya gagasan baru,
terjadi konflik bila salah penempatan
jabatan, karakter lama terbawa terus,
dan promosi yang salah mempengaruhi
efisiensi dan efektifitas. Tujuan
menarik tenaga kerja dari sumber internal adalah
untuk meningkatkan semangat, menjaga
kesetiaan, memberi motivasi, dan
memberi penghargaan atas prestasi.
Sumber eksternal yaitu menarik tenaga kerja
baru dari lembaga tenaga kerja,
lembaga pendidikan, ataupun dari advertising,
yaitu media cetak dan internet.
Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber
eksternal adalah dapat meminimaslisasi
kesalahan penempatan jabatan, lebih
berkualitas dan memperoleh ide
baru/segar. Namun kekurangannya adalah
membutuhkan proses yang lama, biaya
yang cukup besar, dan rasa tidak senang
dari pegawai lama. Tujuan menarik
tenaga kerja dari sumber eksternal adalah
untuk memperoleh gagasan/ide baru dan
mencegah persaingan yang negatif.
3. Seleksi Tenaga Kerja
Ada lima tahapan dalam menyeleksi tenaga kerja, yaitu seleksi administrasi, tes
kemampuan dan psikologi, wawancara, tes kesehatan dan referensi (pengecekan).
Terdapat dua pendekatan untuk menyeleksi tenaga kerja, yaitu Succecive Selection
Process dan Compensatory Selection Process. Succecive Selection Process adalah
seleksi yang dilaksanakan secara bertahap atau sistem gugur. Compensatory
Selection Process adalah seleksi dengan memberikan kesempatan yang sama pada
semua calon untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditentukan.
3. Seleksi Tenaga Kerja
Ada lima tahapan dalam menyeleksi tenaga kerja, yaitu seleksi administrasi, tes
kemampuan dan psikologi, wawancara, tes kesehatan dan referensi (pengecekan).
Terdapat dua pendekatan untuk menyeleksi tenaga kerja, yaitu Succecive Selection
Process dan Compensatory Selection Process. Succecive Selection Process adalah
seleksi yang dilaksanakan secara bertahap atau sistem gugur. Compensatory
Selection Process adalah seleksi dengan memberikan kesempatan yang sama pada
semua calon untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditentukan.
4. Penempatan Tenaga Kerja
Penempatan tenaga kerja adalah proses penentuan jabatan seseorang yang
disesuaikan antara kualifikasi yang bersangkutan dengan job specification-nya.
Indikator kesalahan penempatan tenaga kerja yaitu tenaga kerja yang tidak
produktif, terjadi konflik, biaya yang tinggi dan tingkat kecelakaan kerja tinggi.
Penempatan tenaga kerja adalah proses penentuan jabatan seseorang yang
disesuaikan antara kualifikasi yang bersangkutan dengan job specification-nya.
Indikator kesalahan penempatan tenaga kerja yaitu tenaga kerja yang tidak
produktif, terjadi konflik, biaya yang tinggi dan tingkat kecelakaan kerja tinggi.
b. Prosedur Pengadaan Barang Dan Jasa.
1. Metode Pelelangan Umum
Metode pelelangan umum merupakan metoda pemilihan penyedia barang/jasa
yang relatif banyak dilakukan. Pelelangan umum dilakukan secara terbuka dengan
pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk
penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan
memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya. Semua pengadaan pada prinsipnya harus
dapat dilelang dengan cara diumumkan secara luas agar dapat menciptakan
persaingan yang sehat.
2. Pelelangan Terbatas
Pelelangan terbatas dilakukan, jika pelelangan umum sulit dilaksanakan karena
penyedia barang/jasa yang mampu mengerjakan diyakini terbatas dan pekerjaannya
kompleks, maka dilakukan pelelangan terbatas. Pekerjaan kompleks adalah pekerjaan
yang memerlukan teknologi tinggi atau mempunyai resiko tinggi atau yang
menggunakan peralatan yang didesain khusus atau bernilai di atas Rp. 50.000.000.000,-
(lima puluh miliar rupiah). Pelelangan terbatas diumumkan secara luas melalui media
massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang
telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya
yang memenuhi kualifikasi.
3. Pemilihan Langsung
Bila pelelangan umum dan pelelangan terbatas sulit dilaksanakan dan
kemungkinan tidak akan mencapai sasaran, maka dilakukan pemilihan langsung.
Pemilihan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan yang bernilai sampai dengan
Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). Metoda pemilihan langsung, yaitu pemilihan
penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya
penawaran, sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang
telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus
diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan
bila memungkinkan melalui internet. Pejabat/Panitia Pengadaan mengundang penyedia
barang/jasa untuk memasukkan penawaran kemudian membandingkan penawaran
tersebut yang memenuhi syarat. Negosiasi teknis dan harga dilakukan secara bersaing.
4. Penunjukan Langsung
Berdasarkan ketentuan dalam Keppres No 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan
Barang dan Jasa, Penunjukan langsung dalam pengadaan barang/jasa dapat dilaksanakan
dalam hal memenuhi kriteria yang antara lain:
a. Terjadi keadaan darurat untuk pertahanan negara, keamanan dan keselamatan
masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda, atau harus dilakukan
segera, termasuk penanganan darurat akibat bencana alam,
b. Pekerjaan yang bersifat rahasia dan menyangkut pertahanan serta keamanan negara
yang ditetapkan oleh Presiden,
c. Pekerjaan berskala kecil dengan nilai paket pekerjaan maksimum Rp. 50.000.000,-
(lima puluh juta rupiah),
d. Paket pekerjaan berupa pekerjaan/barang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh
satu penyedia barang/jasa, pabrikan, pemegang hak paten tertentu,
Pelelangan terbatas dilakukan, jika pelelangan umum sulit dilaksanakan karena
penyedia barang/jasa yang mampu mengerjakan diyakini terbatas dan pekerjaannya
kompleks, maka dilakukan pelelangan terbatas. Pekerjaan kompleks adalah pekerjaan
yang memerlukan teknologi tinggi atau mempunyai resiko tinggi atau yang
menggunakan peralatan yang didesain khusus atau bernilai di atas Rp. 50.000.000.000,-
(lima puluh miliar rupiah). Pelelangan terbatas diumumkan secara luas melalui media
massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang
telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya
yang memenuhi kualifikasi.
3. Pemilihan Langsung
Bila pelelangan umum dan pelelangan terbatas sulit dilaksanakan dan
kemungkinan tidak akan mencapai sasaran, maka dilakukan pemilihan langsung.
Pemilihan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan yang bernilai sampai dengan
Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). Metoda pemilihan langsung, yaitu pemilihan
penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya
penawaran, sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang
telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus
diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan
bila memungkinkan melalui internet. Pejabat/Panitia Pengadaan mengundang penyedia
barang/jasa untuk memasukkan penawaran kemudian membandingkan penawaran
tersebut yang memenuhi syarat. Negosiasi teknis dan harga dilakukan secara bersaing.
4. Penunjukan Langsung
Berdasarkan ketentuan dalam Keppres No 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan
Barang dan Jasa, Penunjukan langsung dalam pengadaan barang/jasa dapat dilaksanakan
dalam hal memenuhi kriteria yang antara lain:
a. Terjadi keadaan darurat untuk pertahanan negara, keamanan dan keselamatan
masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda, atau harus dilakukan
segera, termasuk penanganan darurat akibat bencana alam,
b. Pekerjaan yang bersifat rahasia dan menyangkut pertahanan serta keamanan negara
yang ditetapkan oleh Presiden,
c. Pekerjaan berskala kecil dengan nilai paket pekerjaan maksimum Rp. 50.000.000,-
(lima puluh juta rupiah),
d. Paket pekerjaan berupa pekerjaan/barang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh
satu penyedia barang/jasa, pabrikan, pemegang hak paten tertentu,
e. Paket pekerjaan
merupakan hasil produksi usaha kecil atau koperasi kecil atau
pengrajin industri kecil yang telah mempunyai pasar dan harga yang relatif stabil,
f. Paket pekerjaan bersifat kompleks dan hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan
teknologi khusus dan/atau hanya ada satu penyedia barang/jasa yang mampu
mengaplikasikannya.
pengrajin industri kecil yang telah mempunyai pasar dan harga yang relatif stabil,
f. Paket pekerjaan bersifat kompleks dan hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan
teknologi khusus dan/atau hanya ada satu penyedia barang/jasa yang mampu
mengaplikasikannya.
D. APLIKASI BISNIS
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
Semua bidang kehidupan saat ini
sudah tidak bisa lagi dipisahkan dengan pengunaan perangkat TI, adapun
peran TI dalam bidang ekonomi adalah:
1. E-Banking
Kita liat dari susunan katanya saja, e = elektronik dan banking .
Artinya sangat luas yaitu
aktivitas perbankan yang dijalankan melalui media elektronik, seperti ATM
juga termasuk di
dalamnya. Internet banking juga dalam lingkup itu, hanya saja lebih
khusus dan diistilahkan
internet banking. Sedangkan yang menggunakan mobile device seperti via HP
dikenal dengan
m-banking, ya termasuk jenis e-banking juga.
Pengertian E-Banking , E-banking didefinisikan
sebagai penghantaran otomatis jasa dan
produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran
komunikasi interaktif.
E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu
ataupun bisnis,
untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan
informasi produk
dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk
internet. Nasabah dapat
mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronik seperti
komputer/PC, PDA, ATM, atau
telepon.
2.
E-Commerce
Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic
commerce, juga e-
commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan
jasa melalui
sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan
komputer lainnya. E-dagang
dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik,
sistem manajemen
inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini
sebagai aplikasi dan penerapan
dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial,
seperti: transfer dana
secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran
(e-marketing), atau
pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online
transaction
processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange
/EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari
e-business, di mana cakupan e-business
lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga
pengkolaborasian mitra bisnis,
pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www,
e-dagang juga
memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat
atau surat elektronik
(e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya
sistem pengiriman
barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994
pada saat pertama kali banner-
elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu
halaman-web (website).
3. M-Commerce
M-Commerce (Mobile-Commerce, mCommerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-
Commerce) dengan menggunakan peralatan portabel/mobile seperti: telepon genggam, telepon
pintar, PDA, notebook, dan lain lain. Pada saat pengguna komputer berpindah dari satu tempat
ke tempat lain (sewaktu berada dalam mobil, misalnya), pengguna komputer tersebut dapat
melakukan transaksi jual beli produk di Internet dengan menggunakan sistem m-dagang ini.
Selain m-dagang, istilah lain yang sering dipakai adalah m-bisnis (Mobile Business atau m-
business).
Dasarnya, m-dagang adalah gabungan dari perdagangan elektronik (e-dagang) dengan
mobile computing. Bisa dikatakan bahwa m-dagang ini adalah e-dagang yang berada dalam
lingkungan nirkabel. Seperti halnya e-dagang pada umumnya, penggunaan m-dagang bisa
ditransaksikan melalui Internet, jaringan komunikasi pribadi, kartu pintar, dan infrastruktur
lainnya. M-dagang membuka peluang untuk memberikan layanan baru bagi customer yang
telah ada, dan untuk menarik customer baru.
4. L-Commerce
L-Commerce (Location based-Commerce) adalah sistem
perdagangan elektronik (e-
Commerce) yang menekankan pada pencarian informasi yang dihasilkan oleh peralatan GPS
(Global Positioning Systems) dan satelit. Berbeda dengan m-dagang yang lebih menekankan
pada aspek pemakaian peralatan mobile, maka L-dagang bisa menggunakan baik peralatan
mobile maupun komputer jenis desktop.
Commerce) yang menekankan pada pencarian informasi yang dihasilkan oleh peralatan GPS
(Global Positioning Systems) dan satelit. Berbeda dengan m-dagang yang lebih menekankan
pada aspek pemakaian peralatan mobile, maka L-dagang bisa menggunakan baik peralatan
mobile maupun komputer jenis desktop.
Salah satu contoh yang sering dijumpai dalam
L-dagang adalah pencarian informasi
mengenai letak restoran yang terdekat dengan tempat pengguna Internet
tersebut berada.
Contoh lain dari L-dagang adalah sistem penelusuran paket pengiriman
barang yang dikirim
lewat perusahaan UPS atau Federal Express di Amerika Serikat. Namun
sekarang, L-dagang
juga sudah mulai dipakai untuk melihat waktu kedatangan bis kota secara
tepat di suatu halte
bis tertentu, yang sangat bermanfaat pada saat musim dingin yang mencekam
tiba.
E. PROSES DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS IT
1. Mengembangkan Sistem Bisnis
Ada beberapa cara yang dapat membantu kita dalam mengembangkan solusi maupun strategi , yaitu dengan proses penyelesaian masalah yang disebut dengan pendekatan system (the system approach). Pendekatan system ini diterapkan untuk pengembangan solusi system terhadap masalah bisnis, maka hal yersebut disebut dengan pengembangan system informasi (information system development) atau pengembangan aplikasi (application development).
Pengembangan aplikasi dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi dan system
e-business yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan, karyawan, dan
pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap perusahaan (stakeholder).
2. Dasar Perencanaan
Perencanan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan
selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
Berbagai pertanggung jawaban dalam perencanaan tergantung pada besarnya tujuan
organisasi serta fungsi kegiatan khusus manajer. Kebutuhan akan perencanaan ada
di semua tingkatan dan pada kenyataannya meningkat dimana tingkat tersebut
mempunyai dampak potensial terbesar sukses organisasi atau tingkatan manajemen
atas.
Perencanaan harus mempertimbangkan kebutuhan fleksibel, agar mampu menyesuaikan
diri dengan situasi kondisi baru secepat mungkin. Salah satu aspek penting
perencanaan adalah pembuatan keputusan (decision making), proses pengembangan
dan penyeleksian sekumpulan kegiatan untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
Ada
4 tahap perencanaan , yaitu :
1. Menetapkan tujuan atau serangkian tujuan.
2. Merumuskan keadaan saat ini.
3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatn untuk mencapai
kegiatan.
3.
Tantangan Implementasi
Tantangan dalam implementasi pengembangan system informasi adalah orang-orang yang terlibat dalam pengembangan system informasi yaitu departemen operasional sebagai end-user dan IT sebagai pengembang dan tentu saja sebagai support dan manajemen sebagai leader yang membuat definisi goal yang akan dicapai. Jika system yang akan di-implementasikan adalah system informasi yang terintegrasi maka tantangannya akan sangat besar karena meliputi keseluruhan organisasi yang bisa saja melibatkan pihak eksternal.
Tantangan dalam implementasi pengembangan system informasi adalah orang-orang yang terlibat dalam pengembangan system informasi yaitu departemen operasional sebagai end-user dan IT sebagai pengembang dan tentu saja sebagai support dan manajemen sebagai leader yang membuat definisi goal yang akan dicapai. Jika system yang akan di-implementasikan adalah system informasi yang terintegrasi maka tantangannya akan sangat besar karena meliputi keseluruhan organisasi yang bisa saja melibatkan pihak eksternal.
Masalah yang dihadapi dalam
implementasi tersebut biasanya adalah sebagai berikut :
Pengguna tidak mengetahui kemampuan
teknologi yang dapat digunakan untuk membantu proses bisnis yang dikerjakannya
setiap hari, dan pada tahap analisa developer juga tidak mengetahui benar-benar
proses bisnis yang berlangsung atau juga karena standard dari developer yang
kurang dalam membuat program sehingga program yang dihasilkan adalah program
yang baik dari kacamata developer bukan dari kedua belah pihak. Karena ketidak
tahuan pengguna maka masalah ini bisa diabaikan dimana pengguna juga tidak
keberatan dengan program yang diberikan untuk digunakan.
4. Pengembangan Sistem
Menggunakan pendeketan system untuk
mengembangkan solusi system informasi dapat dipandang sebagai proses
multilangkah yang disebut siklus pengembangan system informasi (information
system development cyecle), yang juga dikenal dengan siklus hidup pengembangan
system (system development life cyecle-SDLC).
Siklus pengembangan ini mencakup
langkah :
1. Investigasi
2. Analisis
3. Desain
4. Implementasi
5. Pemeliharaan
Semua aktivitas yang terlibat
sangat berhubungan satu sama lain dan slaing terikat. Dalam praktiknya,
beberapa aktivitas pengembangan bias muncul pada saat bersamaan. Jadi bagian
yang berbeda dari proyek pengembangan bias jadi berada pada tingkat yang
berbeda pada siklus pengembangan. Selain itu juga dapat kembali kapan pun untuk
mengulang aktivitas sebelumnya jika perlu memodifikasi dan perbaiki system yang
anda kembangkan.
5. Implementasi Sistem Bisnis
Implementasi adalah langkah yang vital
dalam pengembangan teknologi informasi untuk mendukung karyawan, pegawai,
pelanggan, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Ada beberapa tantangan
implementasi dan strategi yang terlibat dalam pengelolaan dan perbaruan system
bisnis.
Aktivitas Implementasi dapat
dibagi menjadi 5 , yaitu :
- Pembelian hardware,software,dan layanan
- Pengembangan atau modifikasi software
- Konversi data
- Pelatihan pemakai akhir
Konversi :
1. Parallel
2. Percontohan
3. Bertahap
4. Langsung
Proses implementasi
biasanya memerlukan usaha manajemen proyek (project management) dari para
manajer unit bisnis. Mereka harus mendukung rencana proyek yang mencakup
tanggung jawab kerja, jadwal, tahap-tahap utama dari pengembangan dan anggaran
keuangan.
TREND
SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI BIDANG BISNIS
Pengertian
bisnis
Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen .
Usahawan atau pelaku bisnis harus mampu memadukan 4 macam sumber daya yaitu :
1. Sumber daya Materi
2. Sumber daya Manusia
3. Sumber daya Keuangan
4. Sumber daya Informasi
Perusahaan barsifat dinamis mengalami kemajuan dan kemunduran pada saat bergerak melalui siklus hidupnya. Perubahan atas kondisi ekonomi dan pasar memerlukan pemikiran kembali atas strategi perusahaan metode dan sarana yang digunakan untuk menghadapinya.
Tujuan Bisnis
Setiap bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang dibutuhkan oleh konsumen, produk dapat berupa barang atau jasa.Tujuan perusahaan membuat produk adalah unruk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh oleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen.
Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen .
Usahawan atau pelaku bisnis harus mampu memadukan 4 macam sumber daya yaitu :
1. Sumber daya Materi
2. Sumber daya Manusia
3. Sumber daya Keuangan
4. Sumber daya Informasi
Perusahaan barsifat dinamis mengalami kemajuan dan kemunduran pada saat bergerak melalui siklus hidupnya. Perubahan atas kondisi ekonomi dan pasar memerlukan pemikiran kembali atas strategi perusahaan metode dan sarana yang digunakan untuk menghadapinya.
Tujuan Bisnis
Setiap bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang dibutuhkan oleh konsumen, produk dapat berupa barang atau jasa.Tujuan perusahaan membuat produk adalah unruk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh oleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen.
Alasan-alasan Investasi Teknologi Informasi
§
Adanya kebutuhan untuk
mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif dalam dunia bisnis yang
semakin gencar
§
Mengurangi biaya dan penggunaan
lebih efisien
§
Meningkatkat fleksibilitas dan
tanggapan.
Alasan perusahaan menerapkan teknologi informasi
pada bidang pemasaran
§
Teknologi informasi memiliki
kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi
dan menyediakan banyak informasi ke manager. Sebagai contoh sistem informasi
eksekutif (executive Information System atau EIS) mempengaruhi aliran informasi
secara vertikal dalam perusahaan.
§
Teknologi informasi juga
mempengaruhi proses pengembangan strategi pemasaran karena teknologi informasi
memberikan lebih banyak informasi ke manager melalui sistem pengambilan
keputusan (decision Support System atau DSS)
§
Teknologi informasi mempengaruhi
antarmuka-antarmuka organisasi dengan lingkungan seperti pelaggan dan pemasok.
Sestem antar organisasi yang dilengkapi dengan pertukaran data elektronik (EDI)
menciptakan hubungan yang lebih dekat antara organisasi dan pemasok,
memfasilitasi manajemen sediaan yang lebih efisien dan memungkinkan pendekatan
tepat waktu dalam melakukan pemesanan kembali
Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi bisnis
Secara umum masyarakat mengenal produk informasi dalam bentuk perangkat keras, perangkat lunak dan infrastruktur. Perangkat keras meliputi input (keyboard, monitor,touch screen, scanner, mike, camera digital, perekam vidio, barcode reader, maupun alat digitasi lain dari bentuk analog ke digital). Perangkat keras ini bertujuan untuk menerima masukan data/informasi ke dalam bentuk digital agar dapat diolah melalui perangkat komputer.
Secara umum masyarakat mengenal produk informasi dalam bentuk perangkat keras, perangkat lunak dan infrastruktur. Perangkat keras meliputi input (keyboard, monitor,touch screen, scanner, mike, camera digital, perekam vidio, barcode reader, maupun alat digitasi lain dari bentuk analog ke digital). Perangkat keras ini bertujuan untuk menerima masukan data/informasi ke dalam bentuk digital agar dapat diolah melalui perangkat komputer.
Selanjutnya terdapat perangkat keras
pemroses lebh dikenal sebagai CPU dan memori komputer. Perangkat keras ini
berfungsi untuk mengolah dan mengelola sestem komputer dengan dikendalikan oleh
sestem operasi komputer. Selain itu terdapat perangkat keras penyimpan data
baik yang bersifat tetap (hard disk) maupun portabel (removable disk).
Perangkat keras berukutnya adalah output yang menampilkan hasil olahan komputer
kepada pengguna melalui monotor, printer, speaker, LCD maupun bentuk respon
lainnya.
Selanjutnya dalam perangkat lunak
dibedakan sistem operasi (misalnya Windows, Linux, atau Mac) yang bertugas untuk
mengelola hidup matinya komputer, menghubungkan media input dan output serta
mengendalikan berbagai perangkat lunak aplikasi maupun utiliti di komputer.
Sedangkan perangkat aplikasi adalah program praktis yang digunakan untuk
membantu pelaksanaan tugas yang spesifik seperti menulis, membuat lembar kerja,
membuat presentasi, mengolah database dan lain sebagainya.Selain itu terdapat
juga program utiliti yang membantu sestem operasi dalam pengelolahan fungsi
tertentu sperti fungsi manajemen memori, keamanan komputer dan lain-lain.
Pada aspek infrastruktur, kita
mengenal ada istilah jaringan kompoter baik yang bersifat terbatas dan dalam
kawasan tertentu (misalnya satu gedung) yang dekenal dengan nama Local Area
Network maupun jaringan yang lebih luas, bahkan bisa meliputi jaringan yang
lebih luas yang dikenal sebagai Wide Area Network (WAN). Saat ini, aspek
infrastruktur dalam teknologi informasi sering disatukan dengan perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Perangkat PDA (Personal Digital Assistant)
yang berperan sebagai komputer genggam tetapi sarat dengan fungsi komunikasi
(baik Wi-Fi, blutooth maupun GSM) merupakan salah satu contoh diantaranya.
Perangkat keras (baik input,
pemroses, penyimpan maupun output), perangkat lunak serta infrastruktur
ketiga-tiganya memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektifitas maupun
efisiensi manajemen informasi perusahaan.
Peran Teknologi Informasi dan komunikasi
Peran Teknologi informasi (TI) dalam upaya mengintegrasikan seluruh proses bisnis memang tidak bisa dibilang kecil. Beragam solusi aplikasi dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mewujudkan upaya ini. Dari sisi karyawan, solusi pengelolan sumber daya manusia (HRM), memungkinkan terciptanya SDM yang efektif, dan kontrol administrasi yang relatif akurat.Sumber Daya Manusia di perusahaan dapat bekerja lebih optimal dan menghasilkan kinerja tinngi bagi perusahaan.Untuk pelanggan, perusahaan dapat menggunakan Selling Chain Management. Solusi ini memungkinkan perusahaan menjalankan aktifitas pemasaran (marketing) penjualan (sales) dan pelayanan pelanggan secara bersamaan menhhasilkan output berupa pemanfaatan aplikasi Customer Relationship Management (CRM).
Peran Teknologi informasi (TI) dalam upaya mengintegrasikan seluruh proses bisnis memang tidak bisa dibilang kecil. Beragam solusi aplikasi dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mewujudkan upaya ini. Dari sisi karyawan, solusi pengelolan sumber daya manusia (HRM), memungkinkan terciptanya SDM yang efektif, dan kontrol administrasi yang relatif akurat.Sumber Daya Manusia di perusahaan dapat bekerja lebih optimal dan menghasilkan kinerja tinngi bagi perusahaan.Untuk pelanggan, perusahaan dapat menggunakan Selling Chain Management. Solusi ini memungkinkan perusahaan menjalankan aktifitas pemasaran (marketing) penjualan (sales) dan pelayanan pelanggan secara bersamaan menhhasilkan output berupa pemanfaatan aplikasi Customer Relationship Management (CRM).
Untuk para pemasok (supplier),
perusahaan dapat memanfaatkan solusi Supply Chain Management yang memadukan
aktifitas logistik, produksi, dan distribusi secara searah. Didukung business
intelegence yang kuat dan aplikasi enterprise yang terintegrasi, solusi
aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP), menghasilkan laporan keuangan
yang hasilnya dapat dibaca oleh para pemegang saham perusahaan.
PENDIRIAN
BISNIS
Berikut ini adalah prosedur-prosedur
yang harus dilakukan:
1. Tahapan
pengurusan izin pendirian
Bagi badan usaha berskala besar, hal ini menjadi prinsip yang paling penting demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hingga izin perluasan.
Bagi badan usaha berskala besar, hal ini menjadi prinsip yang paling penting demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hingga izin perluasan.
Untuk
beberapa jenis badan usaha lainnya, misalnya sole distributor dari sebuah merek
dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment
sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan, jika
perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang
yang diproduksi.
Beberapa dokumen yang diperlukan
pada tahapan ini adalah Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP), dan Bukti diri. Serta perizinan yang perlu dipenuhi dalam badan usaha
tersebut, yaitu Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Surat Izin Usaha
Industri (SIUI)
2. Tahapan
pengesahan menjadi badan hukum
Tidak semua badan usaha harus berbadan hukum. Akan tetapi, setiap badan usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar, maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk badan usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam.
Tidak semua badan usaha harus berbadan hukum. Akan tetapi, setiap badan usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar, maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk badan usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam.
Adapun pengakuan badan hukum bisa
didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang
Penanaman Modal Asing (UU PMA).
3. Tahapan
penggolongan menurut bidang yang dijalani
Badan usaha dikelompokkan berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian, dan sebagainya.
Badan usaha dikelompokkan berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian, dan sebagainya.
4. Tahapan
mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain
Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun, diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha, misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri yang berupa SIUP.
Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun, diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha, misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri yang berupa SIUP.
KONTRAK
KERJA
Defini kontrak kerja adalah suatu
bentuk perjanjian kerja antara karyawan dan perusahaan.
Adapun isi kontrak kerja yaitu, hak
dan kewajiban karyawan dan perusahaan selama terikat hubungan kerja, yang
ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja tersebut oleh pimpinan perusahaan
dan karyawan.
Terdapat 3 sistem kontrak kerja,
yaitu:
Perjanjian kerja waktu tertentu
(PKWT), karyawannya biasa disebut dengan karyawan kontrak. Lamanya kontrak 3
bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Masa kontrak bisa diperpanjang dengan maksimal 2
tahun.
Perjanjian kerja waktu tidak
tertentu (PKWTT), karyawan dengan kontrak ini disebut dengan karyawan permanent
(tetap). Perjanjian kerja yang dibuat bersifat tetap. Pada kontrak kerja ini,
karyawan bisa langsung menjadi tetap/permanent atau melalui masa percobaan
kerja (probation) untuk paling lama 3 (tiga) bulan. Setelah lulus masa
percobaan, karyawan tersebut baru bisa menjadi karyawan tetap.
Untuk kontrak kerja melalui
outsourcing, anda akan mengikuti hak dan kewajiban perusahaan outsorcing,
walaupun nantinya anda akan disalurkan ke perusahaan yang menjadi klien
perusahaan outsourcing, sehingga perjanjian yang dibuat adalah perjanjian tidak
langsung dengan tempat anda ditugaskan untuk bekerja. Sedangkan untuk kontrak
kerja langsung dengan perusahaan, anda mengikuti hak dan kewajiban perusahaan
tersebut.
PROSEDUR
PENGADAAN
Prosedur pengadaan terdiri dari
prosedur pengadaan tenaga kerja dan prosedur pengadaan barang dan jasa.
A.
Prosedur Pengadaan Tenaga Kerja
Prosedur pengadaan tenaga kerja
terdiri dari:
1.
Perencanaan Tenaga KerjaPerencanaan tenaga kerja adalah
penentuan kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan dan cara
memenuhinya. Penentuan kuantitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, time
motion study dan peramalan tenaga kerja. Sedangkan penentuan kualitas dapat
dilakukan dengan Job Analysis. Job Analysis terbagi menjadi 2, yaitu Job
Description dan Job Specification/Job Requirement. Tujuan Job Analysis bagi
perusahaan yang sudah lama berdiri, yaitu untuk reorganisasi, penggantian
pegawai, dan penerimaan pegawai baru.
2.
Penarikan Tenaga Kerja
Penarikan tenaga kerja diperoleh
dari 2 sumber, yaitu sumber internal dan sumber eksternal.
Sumber internal yaitu menarik tenaga
kerja baru dari rekomendasi karyawan lama dan nepotisme, berdasarkan sistem
kekeluargaan, misalnya mempekerjakan anak, adik, dan sebagainya. Keuntungan
menarik tenaga kerja dari sumber internal yaitu lowongan cepat terisi, tenaga
kerja cepat menyesuaikan diri, dan semangat kerja meningkat. Namun,
kekurangannya adalah menghambat masuknya gagasan baru, terjadi konflik bila
salah penempatan jabatan, karakter lama terbawa terus, dan promosi yang salah
mempengaruhi efisiensi dan efektifitas. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber
internal adalah untuk meningkatkan semangat, menjaga kesetiaan, memberi
motivasi, dan memberi penghargaan atas prestasi.
Sumber eksternal yaitu menarik
tenaga kerja baru dari lembaga tenaga kerja, lembaga pendidikan, ataupun dari
advertising, yaitu media cetak dan internet. Keuntungan menarik tenaga kerja
dari sumber eksternal adalah dapat meminimaslisasi kesalahan penempatan
jabatan, lebih berkualitas dan memperoleh ide baru/segar. Namun kekurangannya adalah
membutuhkan proses yang lama, biaya yang cukup besar, dan rasa tidak senang
dari pegawai lama. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah
untuk memperoleh gagasan/ide baru dan mencegah persaingan yang negatif.
3. Seleksi
Tenaga Kerja
Ada 5 tahapan dalam menyeleksi
tenaga kerja, yaitu seleksi administrasi, tes kemampuan dan psikologi,
wawancara, tes kesehatan dan referensi (pengecekan). Terdapat dua pendekatan
untuk menyeleksi tenaga kerja, yaitu :
§ Succecive Selection Process adalah seleksi yang dilaksanakan
secara bertahap atau sistem gugur.
§ Compensatory Selection Process adalah seleksi dengan
memberikan kesempatan yang sama pada semua calon untuk mengikuti seluruh
tahapan seleksi yang telah ditentukan.
4.
Penempatan Tenaga Kerja
Penempatan tenaga kerja adalah
proses penentuan jabatan seseorang yang disesuaikan antara kualifikasi yang
bersangkutan dengan job specification-nya. Indikator kesalahan penempatan
tenaga kerja yaitu tenaga kerja yang tidak produktif, terjadi konflik, biaya
yang tinggi dan tingkat kecelakaan kerja tinggi.
B.
Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa
Berdasarkan Keppres No. 80/2003
tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa terdapat beberapa metode pemilihan
serta sistem penilaian kompetensi penyedia barang dan jasa. secara umum
jenis-jenis metode pemilihan penyedia barang dan jasa, yang antara lain:
1.
Metode Pelelangan Umum merupakan
metoda pemilihan penyedia barang/jasa yang relatif banyak dilakukan. Pelelangan
umum dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa
dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum, sehingga masyarakat luas
dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
2.
Pelelangan Terbatas terbatas
dilakukan, jika pelelangan umum sulit dilaksanakan karena penyedia barang/jasa
yang mampu mengerjakan diyakini terbatas dan pekerjaannya kompleks, maka
dilakukan pelelangan terbatas. Pelelangan terbatas diumumkan secara luas
melalui media massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia
barang/jasa yang telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia
barang/jasa lainnya yang memenuhi kualifikasi.
3.
Pemilihan Langsung yaitu pemilihan
penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya
penawaran, sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang
telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya
serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan
umum dan bila memungkinkan melalui internet.
4.
Penunjukan Langsung. Berdasarkan
ketentuan dalam Keppres No 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa,
Penunjukan langsung dalam pengadaan barang/jasa dapat dilaksanakan dalam hal
memenuhi kriteria yang antara lain:
§ Terjadi keadaan darurat untuk pertahanan negara, keamanan
dan keselamatan masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda,
atau harus dilakukan segera, termasuk penanganan darurat akibat bencana alam,
§ Pekerjaan yang bersifat rahasia dan menyangkut pertahanan
serta keamanan negara yang ditetapkan oleh Presiden,
§ Pekerjaan berskala kecil dengan nilai paket pekerjaan
maksimum Rp. 50.000.000,
§ Paket pekerjaan berupa pekerjaan/barang spesifik yang hanya
dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang/jasa, pabrikan, pemegang hak paten
tertentu,
§ Paket pekerjaan merupakan hasil produksi usaha kecil atau
koperasi kecil atau pengrajin industri kecil yang telah mempunyai pasar dan
harga yang relatif stabil,
§ Paket pekerjaan bersifat kompleks dan hanya dapat
dilaksanakan dengan penggunaan teknologi khusus dan/atau hanya ada satu
penyedia barang/jasa yang mampu mengaplikasikannya.
1. My Budget Book
My Budget Book adalah sebuah aplikasi penting yang
memungkinkan Anda untuk mengelola uang di waktu yang sulit. Aplikasi ini
membantu individu untuk melacak pengeluaran dan pendapatan. Aplikasi ini
membantu orang untuk mengelola uang secara efektif. Anda bahkan bisa merekam
bahkan mengeluarkan bisnis secara terpisah dalam aplikasi ini.
2. LinkedIn
LinkedIn dikenal sebagai jejaring sosial untuk para
profesional. Platform ini memiliki fitur yang diperlukan untuk meningkatkan
jaringan profesional Anda. Pengguna juga dapat menggunakan LinkedIn untuk tetap
berhubungan dengan kelompok-kelompok bisnis dan belajar tentang inovasi baru
dan praktek industri. Pengguna dapat juga melamar pekerjaan langsung dari
LinkedIn. Aplikasi mobilenya didesain dengan baik untuk melayani kebutuhan
pengguna bisnis.
3. MoneyWiz 2 – Personal Finance
Melacak keuangan pribadi dari pengusaha adalah sesuatu yang
penting. Aplikasi ini membantu Anda untuk mengelola beberapa rekening bank,
anggaran dan tagihan. Aplikasi ini juga menawarkan online banking dari seluruh
dunia dan dapat di sinkronisasi dengan aplikasi lain. Banyak website teknologi
dan finansial seperti Forbes, MacWorld, Telegraph yang telah memuji kemampuan
dari aplikasi ini.
4. Degoo
Degoo adalah solusi penyimpanan awan (cloud) gratis. Ini
adalah cara yang aman untuk melakukan backup data di cloud. Aplikasi ini juga
ada versi desktop nya sendiri. Anda dapat dengan mudah memindahkan file dari
memori utama Anda ke cloud menggunakan Degoo. Pengguna Degoo akan mendapatkan
hingga 100GB ruang secara free di cloud secara aman.
5. Microsoft Office
Microsoft baru saja meluncurkan Office Suit untuk Android.
Aplikasi ini membutuhkan Android versi 4.4 keatas untuk bisa menjalankannya.
Microsoft Office menyediakan penyimpanan awan (cloud) dengan OneDrive untuk
dokumen, spreadsheet, presentasi dan banyak lagi. Pengguna bahkan dapat
mengedit dan membuat dokumen word, spreadsheet menggunakan smartphone.
6. Evernote
Salah satu aplikasi pencatatan yang sangat populer di
kalangan pebisnis. Evernote telah terbukti dapat membatu dalam menulis catatan
/ notes, berbagai ide dan mengumpulkan atikel yang ditemukan pada saat
browsing. Evernote bisa diakses melalui smatphone maupun desktop.
Dan masih banyak lagi
Dalam berbisnis akan selalu
diharapkan adanya perkembangan demi menunjang profit agar bertambah seterusnya.
Pada era globalisasi ini dan adanya pasar bebas sangat mempengaruhi
perkembangan bisnis, dalam hal ini sangat diperlukan teknologi informasi untuk
menghadapi adanya globalisasi dan pasar bebas. Oleh karena itu perlu memahami
lebih lanjut pengembangan bisnis dengan ditunjang teknologi informasi.
A. Dasar
Perencanaan
Dasar perencanaan adalah bagian dari daur kegiatan manajemen
yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making)untuk
masa depan, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehubungan dengan pokok
pertanyaan: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan berapa, baik sehubungan
dengan lembaga yang dimanajemeni maupun usaha-usahanya.
Proses perencanaan dapat dilaksanakan menyeluruh, misalnya dalam
perencanaan korporat, perencanaan strategis, atau perencanaan jangka panjang.
Bisa juga dilakukan per divisi atau unit bisnis stategis menjadi rencana divisi
atau anak perusahaan tertentu di dalam suatu korporasi yang lebih besar. Bisa
juga dilakukan per fungsi baik di dalam korporasi, di dalam divisi maupun unit
bisnis individual, misalnya rencana fungsi pemasaran, rencana fungsi keuangan,
rencana fungsi produksi dan distribusi, dan rencana fungsi personalia.
Bagaimana pun lingkup perencanaan yang dilakukan, pokok pertanyaan yang
dipikirkan sama saja: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan berapa.
Perbedaannya menyangkut metode yang digunakan untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan itu.
Unsur-unsur dari proses perencanaan, yaitu:
a. Audit
situasi
b. Riset
masa depan
c. Asumsi-asumsi
d. Visi
e. Tujuan,
sasaran, target
f. Kebijakan
g. Rencana
strategi
h. Keunggulan
strategi
B. Tantangan
Implementasi
Pada bahasan ini, kita membahas
mengenai tantangan implementasi bisnis terhadap pengembangan
sistem.Kata implementasi bermuara pada aktivitas, adanya aksi, tindakan, atau
mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa implementasi
bukan sekadar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan
secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan
kegiatan.
Tantangan dalam implementasi pengembangan system informasi
adalah orang-orang yang terlibat dalam pengembangan system informasi yaitu
departemen operasional sebagai end-user dan IT sebagai pengembang dan tentu
saja sebagai support dan manajemen sebagai leader yang membuat definisi goal
yang akan dicapai. Jika system yang akan di-implementasikan adalah system
informasi yang terintegrasi maka tantangannya akan sangat besar karena meliputi
keseluruhan organisasi yang bisa saja melibatkan pihak eksternal.
Masalah yang dihadapi dalam implementasi tersebut biasanya
adalah sebagai berikut :
1. Pengguna tidak mengetahui kemampuan teknologi yang dapat
digunakan untuk membantu proses bisnis yang dikerjakannya setiap hari, dan pada
tahap analisa developer juga tidak mengetahui benar-benar proses bisnis yang
berlangsung atau juga karena standard dari developer yang kurang dalam membuat
program sehingga program yang dihasilkan adalah program yang baik dari kacamata
developer bukan dari kedua belah pihak. Karena ketidak tahuan pengguna maka
masalah ini bisa diabaikan dimana pengguna juga tidak keberatan dengan program
yang diberikan untuk digunakan.
2. Kedua belah pihak tidak memahami asumsi dan
ketergantungan yang ada dalam system dan bisnis proses, sehingga pada tahap
implementasi jika ada bagian dari proses bisnis yang belum di cover oleh system
dan kemudian dibuatkan fungsi baru yang ternyata menimbulkan masalah, dan
penyelesaian masalah menimbulkan masalah baru seperti melakukan tambal sulam
yang berakibat pada benang kusut akan membuat suatu aplikasi yang tidak dapat
di andalkan. Dan aplikasi hanya dibuat sebagai program untuk melakukan entry
data.
3. Dalam implementasi system terintegrasi, dimana pengguna
tidak dapat menjadikan implementasi sebagai prioritas pertama, dimana pengguna
yang sudah disibukkan dengan kegiatan operasional akan berpura-pura menyetujui,
menjalankan dan mengikutinya tetapi pada kenyataannya semuanya tidak berjalan
sesuai dengan harapan. Akan membutuhkan CETL yang lama jika dijadikan sebagai
resource untuk aplikasi BI.
Operasional adalah departemen yang secara langsung
memberikan kontribusi nilai terhadap suatu organisasi; mencetak penjualan,
memberikan pelayanan kepada pelanggan dan lain sebagainya, sedangkan IT adalah
departemen support untuk operasional. Walaupun ada beberapa ahli yang
mengatakan implementasi ERP lebih sulit dibandingkan membangun pabrik baru atau
memasarkan produk baru, saya tidak bisa membayangkan jika operasional bekerja
tanpa dibantu dengan system, dan jika IT memaksakan implementasi tanpa
mempertimbangkan asumsi dan ketergantungan dalam proses bisnis maka bukannya
menambah nilai tetapi hanya menjadi beban bagi operasional dan berimbas
mengurangi nilai organisasi.
Jika kedua belah pihak tidak terjalin kerjasama yang baik
maka akan menciptakan kondisi deadlock, dimana user tidak dapat menjelaskan
kebutuhannya, dan UAT tidak ada atau terkesan dipaksakan sehingga data pada
aplikasi tidak sesuai dan tidak bisa diandalkan. Dengan demikian kepemimpinan
manajemen sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan ini. Dan perlu diketahui
bersama, teknologi hanya bersifat membantu bukan menggantikan karena seperti
anda ketahui ‘there is no brain and heart inside’ sehingga pengembangan system
informasi bersifat kontinyu, dan mungkin akan ada asumsi dan ketergantungan
yang tidak dapat diterjemahkan kedalam system dan ini semua tentang people
power untuk kehidupan yang lebih baik.
Bisnis apapun apabila ingin bertahan dan berhasil dalam
jangka panjang maka perusahaan tersebut harus berhasil mengembangkan strategi
yang telah direncanakan yang didukung dengan sistem informasi dan teknologi
informasi dalam menghadapi lima tekanan kompetitif yang membentuk struktur
persaingan dalam pasar (industri). Dalam model klasik Michael Porter tentang
bisnis apapun yang ingin bertahan hidup dan berhasil harus mengembangkan dan
mengimplementasikan berbagai strategi untuk secara efektif mengatasi tekanan
yang ada. Tekanan tersebut diantaranya adalah :
1. Persaingan dari para
pesaing dalam industrinya.
2. Ancaman pemain baru
dalam industri dan pasarnya.
3. Ancaman yang dihadapi
karena adanya produk pengganti yang dapat mengambil pangsa pasar.
4. Daya tawar pelanggan.
5. Daya tawar pemasok.
C. Pengembangan
Sistem Bisnis
Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi
dengan aktivitas orang/user, yang menggunakan teknologi itu, untuk mendukung
operasi dan manajemen. Jadi, bisa dipastikan bahwa semua perusahaan
membutuhkannya. Nah, ketika kita membicarakan perusahaan, maka kita akan
berbicara juga mengenai profit. Dan manakala kita membicarakan profit, otomatis
kita pasti akan juga membicarakan manajemen. Karena dengan manajemen yang baik,
pastinya akan menghasilkan profit yang baik juga. Itulah peluang yang sangat
besar jika kita mulai melihat Pengembangan Sistem Informasi sebagai proyek
bisnis kita kelak.
Pengembangan teknologi informasi penting dalam menunjang
sistem bisnis, oleh karena itu dalam mengembangkan bisnis diperlukan juga
adanya perkembangan sistem informasi. Dalam pengembangan
sistem tentunya akan membahas sub babnya berupa pendekatan sistem,
siklus hidup pengembangan sistem, prototyping, dll. Sub bab tersebut telah di
paparkan pada entri sebelumnya pada blog ini.klik
to review
D. Implementasi
Sistem Bisnis
Implementasi Sistem Informasi Untuk Mendukung Kegiatan
Perusahaan -Saat ini manusia dalam kesehariannya sebagai pengguna informasi
sangat bergantung pada berbagai sistem informasi, mulai dari sistem informasi
manual yang sederhana dengan menggunakan saluran informal, hingga sistem
informasi berbasis komputer yang rumit dan menggunakan saluran telekomunikasi
canggih. Di dalam suatu perusahaan, apapun jenis dan bentuknya, sistem
informasi bahkan telah memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan
operasional, mendukung pengambilan keputusan hingga mendukung perusahaan
mencapai keunggulan kompetitif yang strategis.
Sistem informasi dapat merupakan kombinasi teratur apapun dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi (O’Brien, 2005).
Menurut O’Brien (2005), terdapat 3 peran utama sistem
informasi dalam bisnis yaitu:
· Mendukung
proses bisnis dan operasional
· Mendukung
pengambilan keputusan
· Mendukung
strategi untuk keunggulan kompetitif
Menurut O’Brien (2005), secara konsep aplikasi sistem
informasi yang diimplementasikan dalam dunia bisnis saat ini dapat
diklasifikasikan dalam beberapa cara. Contohnya, beberapa jenis sistem
informasi dapat diklasifikasikan sebagai sistem informasi operasi atau
manajemen. O’Brien (2005) mengklasifikasikan sistem informasi ke dalam dua
kelompok besar, yaitu :
a) Sistem
Pendukung Operasi (Operations Support System)
Sistem pendukung operasi ini dibagi menjadi empat bagian,
yaitu :
1) Sistem Pengolahan Khusus atau Specialized Processing System.
1) Sistem Pengolahan Khusus atau Specialized Processing System.
2) Sistem Pemrosesan Transaksi
(Transaction Processing Systems)
3) Sistem Pengendalian Proses
(Process Control Systems)
4) Sistem Kerjasama Perusahaan
(Enterprise Collaboration Systems)
b) Sistem
Pendukung Manajemen (Management Support System)
Sistem Pendukung Manajemen dibagi empat bagian yaitu :
1) Sistem Informasi Manajemen (Management Information Systems)
2) Sistem Pendukung Keputusan
(Decision Support Systems)
3) Sistem Informasi Eksekutif
(Executive Information Systems)
4) Sistem Pengolahan Khusus
atau Specialized Processing Systems
Menurut O’Brien (2005), selain jenis sistem informasi di
atas, terdapat beberapa jenis sistem informasi lainnya, yaitu sebagai berikut:
1) Sistem
Pakar
2) Sistem
Manajemen Pengetahuan
3) Sistem
Informasi Strategis
4) Sistem
Bisnis Fungsional
Aturan
E-Business pada Bisnis :
1. Komunikasi
Yang
dimaksud dengan komunikasi adalah adanya fasilitas atau media yang memungkinkan
terjadinya pertukaran informasi, layanan, transaksi elektronik (pemesanan dan
pembayaran secara elektronik) dan perpindahan barang dari penjual ke pembeli.
Media komunikasi yang memadai yang bisa mempertemukan pelaku e-Business menjadi
syarat utama terselenggaranya.
2. Komersial
(Perdagangan)
Sisi
komersial yang disyaratkan pada e-Business adalah adanya sistem untuk melakukan
transaksi online mulai dari promosi barang, pemesanan barang, pembayaran dan
pengiriman barang. Pembeli barang memesan barang tidak memerlukan melihat
barang secara langsung tetapi melalui gambar atau spesifikasi yang tercantum
dalam website. Sedangkan untuk pemesanan, sistem shopping online terhubung
dengan sistem inventory untuk mengetahui stock barang sehingga barang yang
dibeli memang ada. Untuk pembayaran, sistem shopping online harus terhubung
dengan otoritas pembayaran misalnya bank atau penyedia kartu kredit agar nilai
yang dibayarkan oleh pembeli berasal dari alat pembayaran yang sah dan memiliki
nilai yang cukup.
3. Proses
Bisnis
Setiap
pelaku e-Business yang ingin melalukan transaksi elektronik dan mendapatkan
manfaat semaksimal mungkin dari e-Business harus melakukan optimalisasi proses
bisnis internal dengan memanfaatkan teknologi informasi agar aliran informasi,
transaksi, maupun lama pengiriman barang menjadi dipersingkat, biaya transaksi
menjadi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan perdagangan yang dilakukan secara
tradisional.
4. Layanan
Bagi
setiap institusi yang menjadi pelaku e-Business, penggunaan teknologi informasi
dan internet seharusnya menjadikan layanan ke customer menjadi lebih baik,
lebih ekonomis, dan lebih terjangkau. Misalnya, dimensi barang yang ditawarkan
beserta spesifikasinya bisa diperiksa lebih seksama sebelum dibeli (diakses
melalui website), tidak diperlukan toko secara fisik, dan bisa diakses dari
mana saja dengan menggunakan internet. Bahkan dengan sistem informasi, customer
bisat dilayani secara khusus dan personal karena data-data aktifitas customer
direkam dan bisa dilakukan analisis untuk meningkatkan pelayanan.
5. Learning
Untuk
meningkatkan awareness baik diantara pengguna maupun pelaku e-Business, proses
edukasi sangat penting agar semakin banyak anggota masyarakat yang menyadari
manfaat dan kelebihan dari transaksi online. Perbedaan dengan transaksi
tradisional adalah pembeli dan penjual tidak perlu belajar sebelum melakukan
transaksi sedangkan transaksi online karena pengguna maupun pelaku tidak
berhadapan dengan manusia tetapi dengan mesin computer maka diperlukan proses
edukasi agar mereka bisa menggunakan fasilitas atau media transaksi dengan
lancar.
6. Kolaborasi
Satu
siklus transaksi online antara penjual dan pembeli melibatkan stakeholder lain
yang harus berkolaborasi untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Pada saat
pembayaran maka akan terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan
bank atau penyedia kartu kredit untuk menyelesaikan proses pembayaran. Setelah
dibayar maka terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan gudang,
dan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan barang sampai ke pembeli. Pihak
lain yang juga terlibat adalah pihak asuransi untuk melakukan penjaminan
transaksi maupun atas barang yang dikirim. Kolaborasi yang terjadi dalam
e-Business.
7. Komunitas
Dalam
dunia maya (world wide web) komunitas merupakan salah satu indikator untuk
mengukur aktifitas pengguna. Dalam e-Business, komunitas merupakan media yang
cukup penting untuk belajar dan memperbaiki diri secara terus menerus baik dari
sisi pelaku maupun pengguna dalam hal produk, layanan, maupun mekanisme
transaksi.
Sumber :
http://latifwindar.blog.st3telkom.ac.id/2015/12/02/peranan-teknologi-informasi-dengan-dunia-bisnis/
http://denobisnis.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-dan-tujuan-bisnis.html
http://z03lf1k4r.blogspot.com/2014/05/pertemuan-3-aspek-bisnis-di-bidang.html
http://ria-ajah.blogspot.com/2011/04/prosedur-pengadaan-kontrak-bisnis-pakta.html
http://swestimahardini.wordpress.com/2013/05/02/aspek-bisnis-di-bidang-teknologi-informasi/
http://www.jurnalweb.com/aplikasi-bisnis-terbaik-untuk-android-dan-iphone-ios/
http://beeocvin.blogspot.co.id/2014/10/pengembangan-bisnisstrategi-solusi.html
http://asqabete.blogspot.co.id/2012/01/aturan-pada-e-business.html
0 komentar:
Posting Komentar