Trend sistem teknologi
informasi dalam bidang kesehatan
SEJARAH SIK DI INDONESIA
Mengawali
pembahasan mengenai sistem informasi kesehatan akan tabu rasanya jika kita
tidak mengenal perjalanan jatuh bangunnya sistem informasi kesehatan di
Indonesia. Awal mula sistem yang digunakan dalam pencatatan dan administrasi di
rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya masih menggunakan sistem yang
manual atau pencatatan, dengan segala resiko sampai terfatal adalah kehilangan
data pasien. Namun seiring berjalan nya zaman dan berkembang pesat nya
tekhnologi membuat sistem informasi kesehatan pun terus berkembang.
Perkembangan
sistem informasi Kesehatan di Indonesia diawali dengan sebuah sistem informasi
Rumah sakit yang berbasis komputer (Computer Based Hospital Information
System). Dan yang menginovatori hal ini adalah Rumah Sakit Husada pada
akhir dekade 80’ an.
Sistem Informasi Kesehatan di
Indonesia telah dan akan mengalami 3 pembagian masa sebagai berikut :
1.
Era manual (sebelum 2005)
2.
Era Transisi (tahun 2005 – 2011)
3.
Era Komputerisasi (mulai 2012)
Masing-masing era Sistem
Informasi Kesehatan memiliki karakteristik yang berbeda sebagai bentuk adaptasi
dengan perkembangan zaman
1. Era
Manual (sebelum 2005)
Pada era manual ini dimulai
sebelum tahun 2005. Pada era manual Aliran data terfragmentasi. Aliran data
dari sumber data (fasilitas kesehatan) ke pusat melalui berbagai jalan. Data
dan informasi dikelola dan disimpan oleh masing-masing Unit di Departemen
Kesehatan. Bentuk data nya agregat. Kelemahan nya adalah Sering terjadi
duplikasi dalam pengumpulan data dan Sangat beragamnya bentuk laporan. Kemudian
Validitas nya masih diragukan. Data yang ada sulit diakses. Karena banyaknya
duplikasi, permasalahan kelengkapan dan validitas, maka data sulit dioah dan dianalisis.
Dan terpenting dalam Pengiriman data masih banyak menggunakan kertas sehingga
tidak ramah lingkungan.
2. Era
Transisi (2005 – 2011)
Dimulai masa transisi pada
tahun 2005 sampai 2011 Komunikasi data sudah mulai terintegrasi (mulai mengenal
prinsip 1 pintu, walau beberapa masih terfragmentasi). Peresebaran data
Sebagian besar data agregat dan sebagian kecil data individual. Sebagian data
sudah terkomputerisasi dan sebagian masih manual. Keamanan dan kerahasiaan data
kurang terjamin. Pada masa transisi ini posisi nya masih setengah setengah
karena mulai menggunakan sistem komputerisasi tapi masih belum meninggalkan
sistem manual.
3. Era
Komputerisasi (mulai 2012)
Baru pada 2012 era komputerisasi dimulai ,
pada era ini Pemanfaatan data menjadi satu pintu (terintegrasi). Data yang ada
adalah individual (disagregat). Data dari Unit Pelayanan Kesehatan langgsung
diunggah (uploaded) ke bank data di pusat (e-Helath). Penerapan teknologi
m-Health dimana data dapat langsung diunggah ke bank data. Keamanan dan
kerahasiaan data terjamin (memakai secure login). Lebih cepat, tepat waktu dan
efisien yang pastinya Lebih ramah lingkungan
C. PERANAN DAN PENERAPAN KOMPUTER DALAM BIDANG
KESEHATAN
Dalam
bidang kesehatan, komputer sangat berperan penting. Penggunaan komputer dalam
bidang kesehatan tidak hanya akan dirasakan manfaatnya oleh para penggunanya,
tetapi juga oleh organisasi tersebut, dalam hal ini misalnya rumah sakit,
puskesmas, klinik, dan lain sebagainya. Perangkat ini secara tidak langsung
dapat menolong jiwa manusia.
Komputer
dapat digunakan mulai dari penyimpanan dan pengolahan data administrasi suatu
rumah sakit atau klinik, hingga melakukan riset bidang kedokteran, mendiagnosis
penyakit, menemukan obat yang tepat, serta menganalisis organ tubuh manusia
bagian dalam yang sulit dilihat.
Peranan komputer dalam bidang kesehatan sangat
banyak dan penting. Sebagai contoh dalam bidang kesehatan peranan – peranan
tersebut antara lain :
Bidang administrasi
Dengan adanya komputer di dalam
dunia administrasi sangat membantu di dalam penyimpanan, pengelompokan, dan
pengolahan data. Tanpa komputer, akan sangat sulit sekali untuk memeriksa
banyaknya data – data pasien, stok obat, dan data – data lainnya yang dimiliki
oleh rumah sakit. Namun dengan adanya komputer, memeriksa data – data pasien,
stok obat dan juga data keuangan rumah sakit akan mudah dan praktis untuk
dilakukan. Dengan adanya penggunaan komputer dan sistem – sistem yang canggih
di dalamnya sangat mempermudah jalannya suatu sistem di rumah sakit tersebut.
Bidang farmasi
Dalam bidang obat – obatan
komputer juga berperan sangat penting dalam farmasi, misalnya untuk merecord
resep dan dosis, serta menyimpan data harga obat – obatan tersebut. Selain itu,
dengan adanya komputer dalam bidang farmasi juga membantu untuk mengelompokkan
macam-macam obat berdasarkan kegunaannya, misalnya Panadol, Feminax, Ponstan
adalah obat penahan rasa sakit.
Mendiagnosa suatu
penyakit
Dengan adanya komputer DNA yang
sudah di rancang khusus di dalam bidang kesehatan mendiagnosa suatu penyakit
bukan hal yang sulit lagi, karena dengan menggunakan komputer akan lebih cepat,
mudah dan akurat untuk mengetahui nama dan jenis suatu penyakit.
Memonitoring
status pasien
Pasien yang sudah pernah datang
atau baru pertama kali berobat akan dengan mudah dilacak. Data – data personal
pasien juga dengan mudah dilihat. Selain itu, dokter ataupun perawat dapat
melihat rekaman hasil periksa, keluhan dan riwayat penyakit sebelumnya yang
pernah diderita oleh si pasien, tanggal kedatangan pasien terakhir kali
berobat, record resep yang pernah diberikan, dan masih banyak lagi.
Penelitian
Penelitian ilmiah yang sering
dilakukan dalam bidang kesehatan sangatlah bergantung pada penggunaan komputer.
Penggunaan komputer dapat memaksimalkan hasil penelitian, karena dengan adanya
komputer penelitian itu dapat di telusuri lebih dalam dan lebih detail.
Misalnya penelitian untuk mendeteksi bakteri atau virus baru, pendeteksian DNA,
dan lain sebagainya.
Melihat dan
menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia
Untuk dapat melihat organ tubuh
bagian dalam manusia telah ditemukan begitu banyak alat canggih, namun hampir
seluruh alat tersebut masih bergantung pada perangkat komputer sebagai sarana
untuk penyaluran data ataupun gambarnya. Oleh karenanya, komputer memiliki
peranan yang vital juga dalam melihat dan menganalisa organ – organ tubuh
manusia tersebut.
Contoh penggunaan sistem
komputer untuk menganalisa organ – organ tubuh :
System
Computerized Axial Tomography (CAT) berguna untuk menggambar struktur
otak dan mengambil gambar seluruh organ tubuh yang tidak bergerak dengan
menggunakan sinar-X.
System Dynamic
Spatial Reconstructor (DSR) berguna untuk melihat gambar dari berbagai
sudut organ tubuh secara bergerak.
SPECT (Single
Photon Emission Computer Tomography) merupakan sistem komputer yang
mempergunakan gas radiokatif untuk mendeteksi partikel-partikel tubuh yang
ditampilkan dalam bentuk gambar.
PET (Position
Emission Tomography) merupakan sistem komputer yang menampilkan gambar
yang mempergunakan isotop radioaktif.
NMR (Nuclear
Magnetic Resonance) yaitu teknik mendiagnosa dengan cara memagnetikkan
nucleus (pusat atom) dari atom hydrogen.
USG (Ultra
Sonography) adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan
gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi
(250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor
berupa gambar dua dimensi atau tiga dimensi.
Helical CT-SCAN adalah
alat untuk pemeriksaan organ tubuh secara komputerisasi, dengan potongan
tranversal, coronal dan sagital, paling kecil jarak antara potongan 3 mm.
Magnetic
Resonance Imaging ( M R I ) adalah alat untuk pemeriksaan organ tubuh
secara komputerisasi, dengan potongan tranversal, coronal dan sagita.
D. MANFAAT PENERAPAN KOMPUTER
DALAM BIDANG KESEHATAN
Seperti yang telah dijabarkan
di atas, peranan dan aplikasi komputer dalam bidang kesehatan sangatlah banyak.
Komputer secara tidak langsung telah membantu manusia untuk mengetahui penyakit
yang dideritanya hingga sampai pada tahap penyembuhan.
Sebagai kesimpulannya, manfaat
dari penerapan komputer dalam bidang kesehatan di tiap-tiap aplikasinya antara
lain sebagai berikut :
Mendiagnosa suatu
penyakit dan menentukan obat yang cocok
Melihat dan
menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia
Memonitoring
status pasien, merecord data pribadi pasien dan riwayat penyakit pasien
Melakukan
penelitian ilmiah yang diperlukan
Memasukkan,
menyimpan, menggelompokkan dan mengolah data – data secara cepat dan mudah
Mendeteksi DNA
seseorang
Mengecek dan
mengethaui hasil tes darah di laboratorium
Sebagai alat Bantu
dalam pemeriksaan medis
Intinya, dengan adanya komputer
dalam bidang kesehatan sangatlah membantu. Kegiatan – kegiatan yang tadinya
belum bisa dilakukan, saat ini sudah dapat dilakukan dengan komputer.
Penggunaan komputer membuat pekerjaan seseorang menjadi lebih mudah, cepat dan
akurat.
SISTEM E-HEALTH DALAM BIDANG KESEHATAN
Pengertian
Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang semakin
pesat, sehingga mendorong adanya inovasi dan perubahan yang melibatkan
eksperimen dalam berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan yang menerapkan
penggunaan computer dalam kegiatannya atau yang biasa dikenal dengan istilah
E-Health.
E-Health atau Electronic Health adalah penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi termasuk pula elektronika, telekomunikasi, computer
dan informatika untuk memproses berbagai jenis informasi kedokteran, guna
melaksanakan pelayanan klinis (diagnose atau terapi), adaministrasi serta
pendidikan. Dalam E-health factor jarak tidak dipersoalkan karena semua
kegiatannya di lakukan melalui koneksi data dan secara realtime.
Diagram Sederhana System E-Health
Secara sederhana sistem E-Health terdiri atas sejumlah “Stasiun
Medis” yang satu sama lain dihubungkan dalam suatu jaringan (Network). Suatu
stasiun medis sendiri dapat terdiri atas :
1.
Komputer dengan
perangkat lunak di dalamnya
2.
Sebuah perangkat
antar-muka pasien
3.
Sejumlah instrument
biomedika (tergantung keperluan)
4.
Sebuah perangkat
antar-muka pengguna (berikut alat input output yang digunakan)
5.
Jaringan dan perangkat
telekomunikasi yang tersedia.
Pada dasarnya setiap stasiun medis dapat berhubungan dengan stasiun
medis lainnya secara
1.
Real-time (secara
sinkron), contohnya saat telekonsultasi antara dokter umum dan dokter spesialis
mengenai kasus darurat seorang pasien.
2.
Store and forward,
pengiriman informasi dan pembacaannya tidak pada saat yang sama, contohnya
dalam penyampaian singkat jumlah rekapitulasi jumlah pasien di suatu puskesmas
selama sebulan beserta informasi penting secara singkat.
Maanfaat dan Kendala Dari Penggunaan Sistem E-Health.
Sistem E-Health ini begitu bermanfaat bagi dunia kesehatan dan
kedokteran saat ini, dikarenakan untuk mengimbangi tingginya aktivitas dan
penyampaian informasi secara detail dan cepat memang memerlukan penerapan suatu
teknologi berbasis komputerisasi, berikut manfaat lain dari penerapan sistem
E-Health dalam dunia kedokteran :
1.
Peningkatan efisiensi
atau penurunan biaya.
2.
Peningkatan kualitas
pelayanan kesehatan.
3.
Pembuktian diagnose
melalui evaluasi ilmiah
4.
Pemberdayaan pasien
dan konsumen
5.
Mendorong terjadinya
hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
6.
Pendidikan bagi tenaga
kesehatan dan masyarakat
7.
Mendorong tumbuhnya
komunikasi dan pertukaran informasi antar lembaga pelayanan kesehatan
8.
Perluasan ruang
lingkup pelayanan kesehatan.
Dalam pelaksanaan sistem ini perlu dilakukan control pada
beberapa masalah atau potensi masalah yang pasti akan timbul saat penerapannya
sehingga dapat berjalan dengan baik dan terencana. Berikut masalah yang perlu
di atasi :
1.
Kesiapan sumberdaya
manusia
2.
Kesiapan organisasi
yang terlibat
3.
Budaya kerja
4.
Perkembangan teknologi
dan ketersediaan infrastruktur
5.
Masalah birokrasi
6.
Hubungan antara
konsumen dan tenaga kesehatan
Contoh Penerapan E-Health Pada Dunia Kesehatan.
Sistem Resep Elektronik
Merupakan sistem komputerisasi penulisan resep obat yang juga
dikenal dengan E-Prescription, dimana pada sistem ini dokter menuliskan dan
mengirimkan resep kepada bagian farmasi/apotek menggunakan media elektronik
menggantikan tulisan tangan dan penggunaan media kertas.
Sistem ini dibuat untuk menghindari terjadinya ROM (Reaksi Obat
Merugikan) yang biasa disebabkan oleh adanya kesalahan pemakaian obat selama
dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebenarnya hal ini dapat dicegah
apabila dilakukan dengan lebih teliti dan hati-hati.
Kesalahan tersebut dapat dibagi dalam 4 fase :
1.
Fase penulisan resep
2.
Fase pembacaan resep
3.
Fase penyiapan hingga
penyerahan resep oleh petugas apotek
4.
Fase penggunaan obat
oleh pasien
Cara Kerja Sistem Resep Elektronik
Resep elektronik ini terdiri atas perangkat keras dan perangkat
lunak, perangkat keras yang digunakan adalah computer dan perangkat lunak yang
digunakan adalah perangkat lunak resep elektronik dengan modul pendeteksi ROM
(Reaksi Obat Merugikan).
Satu computer digunakan sebagai server (pusat data). Server
tersebut dihubungkan dengan computer-komputer lainnya menggunakan hub pada LAN
(Local Area Network). Perangkat lunak hanya di instalasi di computer server
saja dan sistem ini dapat digunakan pada satu, dua atau banyak computer.
Perangkat lunak pada sistem resep elektronik pendeteksi ROM ini
secara sederhana mempunyai fungsi sebagai berikut :
1.
Mencatat semua data
pasien yang dapat dengan mudah dicari kembali
2.
Menulis resep
elektronik tanpa kertas dan dapat langsung dikirim ke apotek, sehingga pasien
dapat langsung pergi ke apotek untuk ambil obat.
3.
Membantu bapak ibu
dokter dalam menulis resep dengan memberikan informasi mengenai obat yang akan
diresepkan dan mendeteksi apabila ada interaksi antara obat-obata tersebut
dalam resep dengan memberi peringatan sebelum obat dikirimkan ke apotek.
4.
Mencatat data
penggunaan obat
5.
Membuat laporan dengan
lebih cepat dan mudah
Dengan adanya sistem seperti ini sebenarnya akan sangat
memudahkan seorang dokter dalam bekerja dan menghindari terjadinya kesalahan
dalam pemberian suatu resep yang dapat menimbulkan kerugian pada pasien,
sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan.
Bioinformatika (bahasa Inggris: bioinformatics) adalah (ilmu yang mempelajari)
penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis.
Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika,
dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama
dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan dengannya. Contoh topik
utama bidang ini meliputi basis data untuk mengelola informasi biologis, penyejajaran
sekuens (sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan bentuk
struktur protein maupun
struktur sekunder RNA, analisis filogenetik,
dan analisis ekspresi gen.
Trend sistem teknologi informasi dalam biang media atau new
media
Manfaat Media
Berikut ini beberapa manfaat media dalam
berbagai bidang, yaitu:
- Bidang Sosial
Dalam bidang ini banyak menyita perhatian
masyarakat misalnya saja berbagai macam jejaring sosial yang sekarang di minati
masyarakat seperti facebook, twitter, skype, yahoo messenger, my space, hello
dll. Dengan menggunakan jejaring sosial ini dengan mudah dapat menjalin
komunikasid dengan semua user dibelahan dunia manapun.
- Bidang Industri/Dagang
Dalam bidang ini memudahkan bagi siapa pun
yang ingin menawarkan/mempromosikan produk tertentu sehingga tidak susah susah
untuk membuka toko dan promosi langsung didepan konsumen, melalui new media
pedagang dapat mempromosikan produk nya melalui membuka online shop, bisa
melalui facebook, twitter atau kaskus.
- Bidang Pendidikan
Dalam bidang ini sangat memudahkan bagi
pelajar maupun pengajar dalam mendapatkan materi yang di inginkan. Bisa melalui
search engine kita bisa mendapatkan segala informasi, atau dengan fasilitas
E-book, fasilitas email juga bisa membantu dalan proses mengerjakan tugas atau
saling tukar informasi.
- Bidang Lowongan Kerja
Dalam bidang ini bagi yang ingin mencari
pekerjaan cukup searching di internet lalu mendaftar secara online bahkan bisa
mengikuti tes masuk secara online juga, tidak perlu lagi susah payah datang
dari kantor ke kantor.
·
Tantangan
New Media
“People are afraid of and resist new
media.”(Wartella & Reeves 1983) Kira-kira itulah yang dipikirkan sebagian
orang ketika mendengar new media. Di mana sebagian orang mungkin akan takut
akan keberadaan media baru sementara sisanya akan bertahan. New media sendiri
lahir dari istilah”konvergensi”.
Konvergensi diartikan sebagai cara menyajikan konten berita
melalui platform media yang beragam dalam satu kesatuan (usaha) maupun komando
(cara kerja di News Room), menghadirkan konten yang beragam kepada khalayak
yang beragam pula sesuai minat dan media yang digunakan (elektronik, online,
mobile).
Maka tidak mengherankan jika saat ini komputer
dapat difungsikan sebagai pesawat televisi, atau telepon genggam dapat menerima
suara, tulisan, data maupun gambar tiga dimensi (3G). Dalam dunia penyiaran,
digitalisasi memungkinkan siaran televisi memiliki layanan program seperti
layaknya internet. Cukup dengan satu perangkat, seseorang sudah dapat mengakses
surat kabar, menikmati hiburan televisi, mendengar radio, mencari informasi
sesuai selera, dan bahkan menelpon sekalipun.
Konvergensi sendiri dianggap jalan keluar jika
kita bicara media print, media elektronik, maupun media online. Orang
menganggap dengan mengkonvergensi beberapa bentuk media, maka tugas mereka
dalam menciptakan media baru bisa dinyatakan selesai.
Keuntungan dan Konsekuensi
Dalam konteks besar, sebenarnya konvergensi
media bukan hanya mempengaruhi pertumbuhan teknologi yang makin cepat, tetapi
juga mengubah hubungan anatar industri, pasar, gaya hidup, dan konsumsi yang
apabila ditarik garis panjangnya maka akan mengarah pada bidang ekonomi,
politik, pendidikan, dan kebudayaan.
Sekarang makin terasa sedikit banyak terdapat
penurunan yang signifikan terhadap pelanggan media print. Sejumlah ahli
memprediksi media tradisional(media print) hanya dapat bertahan kurang dari 50
tahun lagi. Hal ini disebabkan masyarakat akan meninggalkana media
tradisional(media print) dan beralih pada new media(media online).
Secara tidak sadar konvergensi media
memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperluas pilihan akses media
sesuai dengan selera mereka. Namun dari sisi ekonomia, media konvergensi
memberikan peluang profesi baru di industeri komunikasi. Konvergensi media
menyediakan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan,
distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi secara visual, audio, data
dan sebagainya (Preston, 2001: 27).
Pendidikan pun ditilik menjadi suatu hal dasar
yang dibutuhkan seseorang untuk berkembang dalam industeri ini. Sumber daya
yang berkemampuan tinggi dibutuhkan untuk bekerja dalam new media. Pendidikan
yang berujung pada kurikulum yang merangkum berbagai aspek ICT. Namun di sisi
lain, perlu diakui new media menjadi sesuatu yang mampu menarik perhatian
masyarakat. Karena masyarakat hanya tinggal mencari informasi yang diinginkan
dengan bantuan internet, seketika itu pula informasi muncul.
Regulasi Konvergensi
Disinilah regulasi berperan untuk menjaga
kepentingan masyarakat dari kepentingan-kepentingan tertentu. Tujuannya yaitu
untuk meminimalisir masyarakat yang memiliki potensi besar untuk menjadi korban
konvergensi media, khususnya generasi muda yang dianggap memiliki akses
terhadap media konvergen dan rancunya batasan seberapa jauh isi media konvergen
dianggap melanggar norma yang berlaku.
Namun, yang menarik ialah bahwa teknologi
selalu mendahului regulasi. Bagaimana caranya mengontrol semua ini? Yang
dianggap paling berwenang ialah negar akarena negara dianggap penyeimabng
antara pasar dan masyarakat. Di sisi lain negara mempunyai wewenang untuk
menjaga efektifnya sebuah regulasi.
Secara ideal hubungan antara negara, pasar,
dan masyarakat seharusnya berjalan seimbang. Jangan sampai salah satu pihak
mendominasi dan masyarakat hanya bisa menerima informasi apa yang diberikan
media.
·
Elemen
Media
1. Komunikator
Komunikator di sini meliputi jaringan, stasiun lokal, direktur,
dan staf teknis yang berkaitan dengan sebuah acara televisi. Jadi, komunikator
merupakan gabungan dari berbagai individu dalam sebuah lembaga media massa.
Dalam sebuah media cetak yang namanya komunikator antara lain reporter,
copyeditor, fotografer, dan yang lain yang sedikit banyak ikut menentukan
proses penyiaran. Individu bisa menjadi kekuatan dominan, tetapi tim khusus,
sejumlah staf ahli merupakan komunikator dalam komunikasi massa.
Dengan demikian, komunikator dalam media massa bukan individu,
tetapi sekumpulan orang yang bekerja sama satu sama lain. Ada beberapa
karakteristik yang dimiliki oleh komunikator dalam komunikasi massa. Hiebert,
Ungurait, dan Bohn (HUB) pernah mengemukakan setidak-tidaknya lima
karakteristik:
1.Daya saing (competitiveness)
2.Ukuran dan kompleksitas (size and complexity)
3.Industrialisasi (industrialization)
4. Spesalisasi (specialization)
5. Perwakilan (representation)
2. Isi
Masing-masing media massa mempunyai kebijakan sendiri-sendiri
dalam pengelolaan isinya. Sebab, masing-masing media melayani masyarakat yang
beragam juga menyangkut individu atau kelompok sosial. Bagi Ray Eldon Hiebert
dkk (1985) isi media setidak-tidaknya bisa dibagi ke dalam lima kategori
yakni:
1.Berita dan informasi
2.Analisis dan interpretasi
3.Pendidikan dan sosialisasi
4.Hubungan masyarakat dan
persuasi
5.Iklan dan bentuk penjualan lain
6.Hiburan.
3. Audience
Audience yang dimaksud dalam komunikasi massa sangat beragam,
dari jutaan penonton televisi, ribuan pembaca buku, majalah, koran atau jurnal
ilmiah. Masing-masing audience berbeda satu sama lain di antaranya dalam hal
berpakaian, berpikir, menanggapi pesan yang diterimanya, pengalaman, dan
orientasi hidupnya. Akan tetapi, masing-masing individu bisa saling mereaksi
pesan yang diterimanya.
Menurut Hiebert dan kawan-kawan, audience dalam
komunikasi massa setidak-tidaknya mempunyai lima karakteristik sebagai berikut:
- Audience cenderung berisi individu-individu yang condong untuk
berbagi pengalaman dan dipengaruhi oleh hubungan sosial di antara mereka.
Individu-individu tersebut memilih produk media yang mereka gunakan berdasarkan
seleksi kesadaran. ·
- Audience cenderung besar. Besar disini berarti tersebar ke
berbagai wilayah jangkauan sasaran komunikasi massa.
·
- Audience cenderung heterogen. Mereka berasal dari berbagai
lapisan dan kategori sosial. Beberapa media tertentu mempunyai sasaran, tetapi
heterogenitasnya juga tetap ada.
·
- Audience cenderung anonim, yakni tidak mengenal satu sama
lain. ·
- Audience secara fisik dipisahkan dari komunikator.
4. Umpan Balik
Ada dua umpan balik (feedback) dalam komunikasi, yakni umpan
balik langsung (immediated feedback) dan tidak langsung (delayed feedback).
Umpan balik langsung terjadi jika komunikator dan komunikan berhadapan langsung
atau ada kemungkinan bisa berbicara langsung. Umpan balik secara tidak
langsung, misalnya bisa ditunjukkan dalam letter to the editor/surat
pembaca/pembaca menulis.
Umpan balik merupakan bahan yang direfleksikan kepada sumber/komunikan
stelah dipertimbangkan dalam waktu tertentu sebelum dikirimkan. Jadi, komunikan
memberikan reaksi kepada komunikator dalam jangka waktu tertentu dan tidak
langsung seperti dalam komunikasi tatap muka. Bahkan bisa dikatakan, umpan
balik tidak langsung merupakan ciri asli yang dimiliki komunikasi massa.
5. Gangguan
Gangguan Saluran
Gangguan dalam saluran komunikasi massa biasanya selalu ada. Di
dalam media gangguan berupa sesuatu hal, seperti kesalahan cetak, kata yang
hilang, atau paragraf yang dihilangkan dari surat kabar. Gangguan juga bisa
disebabkan oleh faktor luar. Misalnya, sepanjang menonton acara televisi atau
membaca koran ada dua pasang anak-anak yang sedang berkelahi. Instrupsi orang
lain ketika kita membaca majalah juga termasuk gangguan.
Salah satu solusi untuk mengatasi adanya gangguan terhadap
saluran (misalnya) adalah pengulangan cara yang disajikan. Cara lain untuk
mengatasi gangguan adalah dengan mempertajam saluran komunikasi massa.
Misalnya, menghindari munculnya gangguan gelombang pada radio dengan
meningkatkan kulitas teknologi yang digunakannya, memperpanjang daya hidup
baterai, mengoreksi secara detail kesalahan cetak paragraf pada surat kabar
sebelum dicetak atau membersihkan kotoran pada layar televisi.
Gangguan Semantik
Semantik bisa diartikan sebagai ilmu bahasa yang mempelajari
tentang tata kalimat. Oleh karena itu, gangguan semantik berarti gangguan yang
berhubungan dengan bahasa. Gangguan semantik lebih rumit, kompleks, dan sering
kali muncul. Bisa dikatakan, gangguan semantik adalah gangguan dalam proses
komunikasi yang diakibatkan oleh pengirim atau penerima pesan itu
sendiri.
Di dalam komunikasi antarpersona, kita telah mengetahui gangguan
semantik seperti kendala bahasa, perbedaan pendidikan, status sosial ekonomi,
tempat tinggal, jabatan, umur, pengalaman, dan minat. Hambatan semantik dalam
komunikasi massa berbeda, baik secara kuantitatif maupun kualitatif dari
hambatan yang terjadi pada komunikasi antar pesona.
6. Gatekeeper
Istilah gatekeeper ini pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin
dalam bukunya Human Relations (1947), seorang ahli psikologi dari Australia
pada tahun 1947. Kata tersebut merupakan sebuah istilah yang berasal dari
lapangan sosiologi, tetapi kemudian digunakan dalam lapangan penelitian
komunikasi massa.
Di dalam komunikasi massa dengan salah satu elemennya adalah
informasi, mereka yang bertugas untuk memengaruhi informasi itu (dalam media
massa) bisa disebut dengangatekeeper. Hal itu juga bisa dikatakan, gatekeeper
lah yang memberi izin bagi tersebarnya sebuah berita.
Secara umum, peran gatekeeper sering dihubungkan dengan berita,
khususnya surat kabar. Editor sering melaksanakan fungsi sebagai gatekeeper
ini. Mereka menentukan apa yang dibutuhkan khalayak atau sedikitnya menyediakan
bahan bacaan untuk pembacanya. Seoranggatekeeper bisa juga seorang produser
film yang mengedit gambar dari gambar aslinya, menyensor, dan sekaligus mana
bagian yang tidak sesuai.
7. Pengatur
Yang dimaksud pengatur dalam media massa adalah mereka yang secara
tidak langsung ikut memengaruhi proses aliran pesan media massa. Pengatur ini
tidak berasal dari dalam media tersebut, tetapi diluar media. Namun demikian,
meskipun diluar media massa, kelompok itu bisa ikut menentukan kebijakan
redaksional. Pengatur tersebut antar lain pengadilan, pemerintah, konsumen,
organisasi professional, dan sekelompok penekan, termasuk narasumber, dan
pengiklanan. Semua itu berfungsi sebagai pengatur.
Pengatur bukanlah gatekeeper. Wilayah gatekeeper di dalam
memengaruhi secara langsung kebijakan media. Sementara itu, pengatur itu di
luar media biasanya masyarakat atau pemerintah, tetapi secara tidak langsung
ikut memengaruhi kebijakan media.
8. Filter
Filter adalah kerangka pikir melalui mana audience menerima
pesan. Filter ibarat sebuah bingkai kacamat tempat audience bisa melihat dunia.
Hal ini berarti dunia riil yang diterima dalam memori sangat tergantung dari
bingkai tersebut. Ada beberapa filter, antara lain fisik, psikologi, budaya,
dan yang berkaitan dengan informasi.
Filter dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
·
- Filter psikologi
·
- Filter fisik
·
- Filter budaya (warisan budaya, pendidikan, pengalaman kerja,
sejarah politik.
Semua filter tersebut akan memengaruhi kuantitas atau kualitas
pesan yang diterima dan respons yang dihasilkan. Sementara itu, audience
memiliki perbedaan filter satu sama lain (Hiebert, Ungurait, dan Bohn 1985).
SEO (Search Engine Optimization)
SEO atau
kepanjangan dari (Search
Engine Optimization) adalah
suatu cara atau teknik untuk membuat situs atau blog kita berada pada
halaman/posisi satu di mesin pencarian (search engine) seperti Google, Bing,
dan Yahoo. Pengertian dari SEO juga sangat luas tetapi semuanya mencakup hal
yang sama yaitu mengoptimisasi suatu halaman website/blog agar berada pada
halaman/posisi satu di search engine dengan kata kunci yang ditarget.
Keuntungan Melakukan SEO
Banyak sekali keuntungan dari melakukan SEO yang tidak bisa saya
sebutkan satu persatu, diantaranya yaitu :
1. Mendatangkan Traffic yang Banyak Kita semua pasti tahu jika
situs atau blog berada pada halaman satu Search Engine pasti akan mendatangkan
pengunjung (Traffic) yang sangat besar, tergantung pada keyword yang kita
target dan besar kecilnya data hasil pencarian dari Google Planner.
2. Meningkatkan Penjualan Jika suatu situs menjual suatu produk
atau barang seperti lazada.co.id yang menjual aneka barang seperti laptop atau
lainnya, maka jika ada orang mencari di google dengan keyword “jual laptop
murah” kemudian situs tersebut ranking 1, maka sudah 95% lazada akan
mendapatkan penjualan dari hasil SEO tersebut.
3. Meningkatkan Daya Saing Mudah saja untuk keuntungan SEO yang
satu ini, jika posisi suatu situs lebih tinggi maka secara otomatis daya
saingnya pun akan lebih tinggi. Masih banyak lagi keuntungan dari SEO ini yang
tidak saya sebutkan semua, karena saya yakin dengan 3 hal diatas saja pasti
anda sudah mengerti mengenai keuntungan SEO.
Contoh SEO
Disni saya menggunakan google untuk mencari tau tentang SEO lalu
muncul satu link yang akan selalu paling atas link tersebut adalah www.uptopromo.co.id web tersebut berisi
bagaimana menggunakan SEO untuk web atau halamn kita sendiri
Sumber :
- https://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatika
- http://janahnurul99.blogspot.co.id/2015/06/sistem-e-health-dalam-bidang-kesehatan_22.html
- http://alfiansyahdimarty.blogspot.co.id/2016/12/tren-perkembangan-sistem-teknologi.html

0 komentar:
Posting Komentar